Relasi Moral Terhadap Eksistensi Manusia di Akhirat Perspektif Mulla Sadra
Item
-
Title
-
Relasi Moral Terhadap Eksistensi Manusia di Akhirat Perspektif Mulla Sadra
-
Creator
-
Sawalludin
-
Date
-
2024
-
Publisher
-
STAI Sadra
-
Language
-
Bahasa Indonesia
-
Abstract
-
Pada era modern, banyak individu dan masyarakat mengalami krisis spiritual yang ditandai dengan kehilangan makna hidup dan keresahan eksistensial. Erich Fromm mengungkapkan bahwa meskipun manusia modern berjaya dalam capaian materi, mereka mengalami keresahan jiwa, rentan terhadap stres, depresi, dan penyakit kejiwaan. Krisis ini mencerminkan ketidakseimbangan dalam kehidupan, di mana kemajuan teknologi dan peradaban modern menyebabkan distorsi nilai-nilai kemanusiaan dan dehumanisasi. Gaya berpikir materialis, individualis, dan rasionalis semakin mendominasi, menggantikan nilai-nilai religius dan tujuan spiritual. Penyalagunaan teknologi juga memberikan dampak negatif pada lingkungan dan pola pikir manusia, menghilangkan esensi kemanusiaan mereka. Krisis ini sering kali berakar pada pandangan hidup yang memisahkan aspek material dan spiritual. Dalam keyakinan Islam, eskatologi, atau keyakinan akan hari akhir, memainkan peran penting dalam menjaga etika dan moralitas seseorang. Pemikiran Mulla Sadra, seorang filsuf muslim dengan karya magnum opus "Hikmah Muta’aliyah fi Al-asfar Al-arba’ah", menawarkan pandangan eskatologis yang komprehensif. Ia mengemukakan argumen tentang keadilan Tuhan dan hakikat kebenaran, menegaskan bahwa alam akhirat adalah tempat pembalasan yang adil atas perbuatan manusia di dunia. Pemikiran Mulla Sadra menekankan pentingnya keyakinan akan hari kebangkitan dalam membentuk etika dan moralitas individu, serta sebagai respons terhadap krisis spiritual manusia modern.
Kata kunci: "krisis spiritual, , teknologi, dehumanisasi, materialisme, eskatologi, Mulla Sadra, etika, moralitas, Islam.
-
Subject
-
"krisis spiritual, , teknologi, dehumanisasi, materialisme, eskatologi, Mulla Sadra, etika, moralitas, Islam.