Filsafat Politik Machiavelli Dalam Perspektif Konsep Negara Utama Al-Farabi

Item
Title
Filsafat Politik Machiavelli Dalam Perspektif Konsep Negara Utama Al-Farabi
Creator
Windy Dwi Aprilia
Date
2023
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesai
Abstract
Penelitian ini berjudul “Filsafat Politik Machiavelli dalam Perspektif Konsep Negara Utama Al-Farabi”. Melalui penelitian ini, penulis membahas pemikiran filsafat politik Machiavelli dalam perspektif konsep negara utama sebagaimana yang dituliskan oleh Al-Farabi dalam karyanya yang berjudul Ara` Ahl alMadinah al-Fadhilah. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa teori kekuasaan dan filsafat politik Machiavelli memiliki sejumlah persamaan dan perbedaan dengan konsep negara utama AlFarabi. Persamaannya adalah dalam melihat negara, baik machiavelli maupun Al-Farabi menyatakan bahwa negara bukan milik personal melainkan impersonal. Negara bukan hal yang melekat pada diri seseorang, sehingga entitas negara sudah menjadi entitas publik, dimiliki secara bersama-sama. Adapun perbedaannya ada pada tujuan dan prinsip-prinsip moral dari bangunan sebuah negara. Machiavelli menyatakan bahwa tujuan dari segala langkah politik adalah demi mencapai kekuasaan, sedangkan Al-Farabi menyatakan bahwa tujuan pembentukan sebuah negara adalah dalam rangka melindungi seluruh rakyat yang dipimpin. Selain itu, terkait dengan moralitas, Machiavelli menekankan pemisahan moral dan kekuasaan, sehingga pemimpin dapat menghalalkan segala cara baik atau buruk demi untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaannya. Sedangkan menurut Al-Farabi, pemimpin ideal haruslah memiliki dua kriteria utama, yaitu berpengetahuan (teoritis) dan bermoral (praktis). Berpengetahuan bermakna bahwa seorang pemimpin haruslah memiliki pengetahuan yang luas sehingga ia mampu untuk memberikan solusi bagi permasalahan di suatu negara dan mampu untuk membimbing rakyatnya. Selain itu, pemimpin juga haruslah bermoral agar seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan tidak menyalahgunakan kekuasaannya dan dalam prakteknya seorang pemimpin tidak melakukan perbuatan-perbuatan keji yang merupakan tindakan tidak bermoral.

Kata Kunci : Filsafat Politik, Machiavelli, Al-Farabi, Moralitas, Tujuan Pembentukan Negara
Subject
Filsafat Politik, Machiavelli, Al-Farabi,