Tesis: Kedaulatan Dalam Sistem Demokrasi Religius

Item
Title
Tesis: Kedaulatan Dalam Sistem Demokrasi Religius
Creator
Deni Gunawan
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Tesis ini berjudul Kedaulatan dalam Sistem Demokrasi Religius: Studi Filsafat Politik Murtadha Muthahhari. Tesis ini menggunakan metode kualitatif dalam penelitiannya dengan kajian kepustakaan sebagai pendekatannya. Selain itu, data-data tentang penelitian ini didekati dengan kajian analisis-kritis.

Tesis ini menunjukkan bahwa diskursus agama (Islam) dan negara (politik) telah memunculkan, setidaknya, dua pandangan yang berbeda di internal umat Islam. Pertama, pandangan yang memisahkan Islam dan politik. Pandangan ini menghendaki sekularisme, yakni pemisahan antara Islam dan politik. Kedua, pandangan yang menolak pemisahan Islam dan politik. Muthahhari menolak pandangan pertama dan menerima pandangan kedua. Meski menerima pandangan kedua, ia tidak serta merta menerima teokrasi. Ia justru memadukan gagasan politik ketuhanan (teokrasi) dengan kerakyatan (demokrasi). Gagasan ini kemudian dipahami sebagai demokrasi-religius atau teo-demokrasi.

Gagasan politik demokrasi-religius ini dibangun dalam kerangka politik Syiah, yakni gagasan Wilāyah Al-Faqīh. Konsekuensinya, Allah merupakan pemegang otoritas atas manusia dan alam semesta, tetapi rakyat tetap memiliki peran dalam pemerintahan meskipun terbatas dalam kerangka politik tersebut. Selain itu, kekuasaan diletakkan kepada ulama sebagai otoritas yang berhak atas kepemimpinan selama masa kegaiban imam keduabelas. Ulama bertugas sebagai pengawas undang-undang dan ideolog, sementara eksekutornya diserahkan kepada eksekutif. Pemimpin dalam konteks ini haruslah memenuhi syarat-syarat umum (sebagaimana syarat minimal pemimpin dalam demokrasi umumnya) dan juga syarat khusus seorang pemimpin dalam perspektif Wilāyah Al-Faqīh.
Subject
Sistem Demokrasi Religius, Filsafat Politik, Muthada Muthahhari