Deontic Moral: Studi Pandangan Immanuel Kant dan Muhammad Taqi Misbah Yazdi

Item
Title
Deontic Moral: Studi Pandangan Immanuel Kant dan Muhammad Taqi Misbah Yazdi
Creator
Muhammad Habib Saifullah
Date
2025
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Perdebatan mengenai sumber dan sifat kewajiban moral (deontic) merupakan isu fundamental dalam filsafat moral, khususnya dalam menentukan apakah kewajiban tersebut bersumber dari otonomi rasio murni ataukah realitas objektif yang bertujuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan paradigma antara etika Immanuel Kant dan Muhammad Taqi Misbah Yazdi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan landasan epistemologi kewajiban moral dari kedua tokoh tersebut. Dua tokoh ini memiliki kesamaan bahwa etika tidak ditentukan oleh insting dan pengaruh kesepakatan mayoritas. Jenis Penelitian ini merupakan ialah kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui pendekatan analisis-kritis dan komparatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan mendasar pada konstruksi epistemologi akal. Bagi Kant, akal berfungsi secara konstruktif (self-legislation) di mana kewajiban moral dirumuskan sebagai Imperatif Kategoris yang mutlak tanpa syarat demi menjaga kemurnian otonomi subjek. Sebaliknya, bagi Misbah Yazdi, akal berfungsi untuk menyingkap hubungan kausalitas ontologis antara tindakan dan kesempurnaan jiwa, sehingga kewajiban moral dirumuskan sebagai Keharusan Bil-Qiyas (relative necessity) yang bersifat teleologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun keduanya menempatkan akal sebagai instrumen vital, Kant memisahkan moral dari tujuan, sementara Yazdi menyatukan moralitas dengan tujuan penciptaan.

Kata kunci: Immanuel Kant, Misbah Yazdi,Deontic Moral,Etika
Subject
Immanuel Kant, Misbah Yazdi,Deontic Moral,Etika