Tafakkur dalam Tafsir Nurul Quran Karya Kamāl Faqīh Īmānī: Jalan Menuju Kesadaran

Item
Title
Tafakkur dalam Tafsir Nurul Quran Karya Kamāl Faqīh Īmānī: Jalan Menuju Kesadaran
Creator
Anwar Rafiudin
Date
2026
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Perkembangan kehidupan modern yang dipenuhi dengan kemajuan teknologi, budaya instan, pola pikir yang mengutamakan kepraktisan, serta tingginya tingkat distraksi digital telah membawa perubahan besar dalam cara manusia memandang dan menjalani hidup. Kondisi ini menyebabkan cenderung melemahnya kebiasaan berpikir mendalam dan reflektif, yang dalam pandangan Al-Qur’ān dikenal sebagai tafakkur. Meniadakan ruang untuk tafakkur, secara tidak langsung, turut memperparah berbagai persoalan dalam kehidupan modern, seperti kehilangan makna hidup, kegelisahan eksistensial, dan menurunnya kesadaran spiritual, intelektual, serta moral, terutama di kalangan generasi muda. Karena itu, kembali menelaah konsep tafakkur dalam Al-Qur’ān secara kontekstual menjadi semakin penting agar kita bisa memahami dan mengaplikasikan makna yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan mempelajari makna tafakkur dalam Tafsir Nurul Quran karya Kamāl Faqīh Īmānī, menggambarkannya sebagai jalan yang meneguhkan kesadaran spiritual, intelektual, maupun moral manusia. Kajiannya menyoroti ayat‑ayat yang secara eksplisit menyebut lafaz tafakkur, serta ayat‑ayat lain yang tidak menanyakan istilah tersebut secara langsung, namun mengekspresikan fungsi tafakkur secara konseptual melalui istilah‑istilah Qur’ānī seperti yadzkurūn, yaddabbarū, yatadzakkarūn, dan ūlū al-albāb sebagai inti dari kesadaran reflektif. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tafsir tematik-konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafakkur dalam Tafsir Nurul Quran dipahami tidak sekadar sebagai aktivitas berpikir secara rasional, melainkan sebagai proses kesadaran yang menyatukan dimensi spiritual, akal, dan moral yang diimplementasikan dengan cara membangkitkan kesadaran spiritual melalui merenungkan ayat-ayat Al-Qur’ān serta fenomena kehidupan yang menjadi bukti kehadiran Allah, menyulut kesadaran akal dengan menimbang makna, tujuan, dan dampak realitas menurut petunjuk wahyu, dan memantapkan kesadaran moral dengan menerjemahkan hasil refleksi tersebut ke dalam keputusan, sikap, dan tindakan etis yang penuh kesadaran. Tafakkur juga sangat terkait erat dengan konsep tadabbur terhadap wahyu dan karakter kesadaran ūlū al-albāb yang penuh pengertian. Konsep tafakkur yang dikembangkan Kamāl Faqīh Īmānī memiliki relevansi besar dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan manusia modern, terutama dalam mengatasi krisis makna, rasionalitas, dan moralitas.

Kata kunci: Tafakkur, Tafsir Nurul Quran, Kamāl Faqīh Īmānī, Kesadaran Diri, Kehidupan Modern
Subject
Tafakkur, Tafsir Nurul Quran, Kamāl Faqīh Īmānī, Kesadaran Diri, Kehidupan Modern.