Makna Fitrah Sebagai Kesadaran Universal Manusia Merdeka: Studi Komparatif Pemikiran Nurcholish Madjid dan Murtadha Muthahhari
Item- Title
- Makna Fitrah Sebagai Kesadaran Universal Manusia Merdeka: Studi Komparatif Pemikiran Nurcholish Madjid dan Murtadha Muthahhari
- Creator
- Heri Irawan
- Date
- 2026
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Modernitas dengan capaian rasionalitas, ilmu pengetahuan, dan teknologi telah membawa perubahan besar dalam cara manusia memahami dirinya dan dunia. Namun, di balik kemajuan tersebut, modernitas juga melahirkan krisis kemanusiaan yang ditandai oleh reduksi makna manusia, sekularisasi nilai, serta disorientasi kebebasan. Manusia kerap dipahami semata sebagai makhluk material-rasional, sementara dimensi spiritual, moral, dan fitrah sebagai dasar eksistensial kemanusiaan semakin terpinggirkan. Akibatnya, kebebasan sering dimaknai secara sempit sebagai otonomi individual tanpa orientasi nilai, yang justru melahirkan alienasi dan kehampaan makna. Dalam konteks ini, konsep fitrah menjadi penting untuk dikaji kembali sebagai fondasi ontologis dan normatif dalam memahami kebebasan manusia dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep fitrah dan kebebasan dalam pemikiran Nurcholish Madjid dan Murtadha Muthahhari secara filosofis-komparatif. Penelitian ini menelusuri bagaimana kedua tokoh merumuskan relasi antara fitrah, kebebasan, dan tanggung jawab moral, serta relevansinya bagi perumusan manusia merdeka dalam perspektif filsafat Islam kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan filosofis-komparatif, dengan sumber data primer berupa karya-karya Nurcholish Madjid dan Murtadha Muthahhari, serta sumber sekunder dari literatur akademik yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nurcholish Madjid memaknai fitrah sebagai potensi rasional dan spiritual universal yang menjadi dasar kebebasan berpikir dan kebebasan beragama, serta pembebasan dari dogmatisme dan otoritarianisme. Sementara itu, Murtadha Muthahhari memahami fitrah sebagai struktur penciptaan yang inheren dan dinamis, yang mengarahkan manusia menuju Tuhan dan kesempurnaan eksistensial. Penelitian ini menegaskan bahwa kebebasan sejati harus berakar pada orientasi moral dan transendental, sehingga fitrah dapat menjadi landasan filosofis bagi pembentukan manusia merdeka yang integral.
Kata kunci: fitrah, kebebasan, kemanusiaan, tanggung jawab moral, Nurcholish Madjid, Murtadha Muthahhari, filsafat Islam kontemporer - Subject
- fitrah, kebebasan, kemanusiaan, tanggung jawab moral, Nurcholish Madjid, Murtadha Muthahhari, filsafat Islam kontemporer

