Anomali Orang Berilmu: Urgensi Keserasian antara Ilmu dan Adab (Prespektif Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar)

Item
Title
Anomali Orang Berilmu: Urgensi Keserasian antara Ilmu dan Adab (Prespektif Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar)
Creator
Nurhikmah
Date
2025
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Ilmu dan adab adalah dua komponen fundamental yang seharusnya berjalan beriringan dalam kehidupan seorang individu. Namun, realitas seringkali menunjukkan bahwa meskipun seseorang memiliki pengetahuan yang luas, perilakunya tidak selalu mencerminkan kebijaksanaan atau moralitas yang seharusnya. Fenomena ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara ilmu dan adab, yang pada akhirnya dapat merugikan bukan hanya individu tersebut, tetapi juga masyarakat di sekitarnya. Di dalam al-Qur’an juga terdapat beberapa ayat yang ditafsirkan oleh beberapa mufasir sebagai ayat yang membahas persoalan ilmu dan adab seperti Q.S. Al-Mujadalah ayat 11,
Q.S. Az-Zumar ayat 9, Q.S. Al-Isra ayat 53. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai pandangan dan penafsiran Buya Hamka merujuk pada kitab Tafsir al-Azhar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, maka data yang diambil sesuai dengan tema penelitian untuk memudahkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi urgensi keserasian antara ilmu dan adab dalam perspektif Buya Hamka, sebagaimana tertuang dalam Tafsir al-Azhar. Hasil penelitian menekankan bahwa ilmu dan adab harus berjalan selaras agar ilmu tidak menjadi alat yang merusak moral individu maupun masyarakat. Dalam Tafsir al-Azhar, Buya Hamka menekankan bahwa ilmu tanpa adab dapat menimbulkan kesombongan, penyalahgunaan pengetahuan, dan krisis moral, sementara ilmu yang didasari adab akan membawa manfaat luas.
Kata Kunci: Ilmu, Adab, Buya Hamka, Tafsir al-Azhar, Moralitas.
Subject
Ilmu, Adab, Buya Hamka, Tafsir al-Azhar, Moralitas