Penyebaran Aib Dalam Konteks Media Sosial (Studi Analisis Tafsir Khawatiri Hawl Al-Qur'an Al-Karim Karya Muhammad Mutawalli Ash-Sha'rawi)

Item
Title
Penyebaran Aib Dalam Konteks Media Sosial (Studi Analisis Tafsir Khawatiri Hawl Al-Qur'an Al-Karim Karya Muhammad Mutawalli Ash-Sha'rawi)
Creator
Ifrokhul Umayya
Date
2025
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Media sosial saat ini telah menjadi ruang publik yang sangat terbuka, di mana dan siapa saja dapat membagikan informasi, termasuk hal-hal yang bersifat pribadi maupun sensitif. Salah satu fenomena yang muncul dan cukup memprihatinkan adalah kecenderungan sebagian pengguna media sosial untuk menyebarkan aib orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perilaku ini sering kali dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak negatif yang ditimbulkannya, baik terhadap individu yang menjadi korban maupun terhadap masyarakat secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebaran aib dalam perspektif Islam melalui pendekatan tafsir, khususnya merujuk pada tafsir Khawāṭirī Hawl Al-Qur’ān Al-Karīm karya Syekh Mutawallī Ash-Sha’rāwī. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tafsir tematik (mauḍū’ī), yaitu menghimpun ayat-ayat terkait larangan ghibah, namimah, dan tajassus, serta menelaah penjelasan Syekh Mutawallī Ash-Sha’rāwī dalam tafsirnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Ash-Sha’rāwī, perilaku menyebarkan aib adalah bentuk pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan dan ajaran Islam, karena dapat merusak kehormatan seseorang, memicu fitnah, dan menumbuhkan permusuhan di tengah masyarakat. Dalam konteks media sosial, peringatan ini menjadi sangat relevan karena batas antara ruang pribadi dan ruang publik semakin kabur. Oleh karena itu, Islam melalui Al-Qur’an dan penafsiran para ulama menyerukan pentingnya menjaga lisan dan etika bermedia, serta melarang keras penyebaran keburukan yang dapat mempermalukan atau merugikan orang lain. Kesadaran ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam membangun perilaku digital yang lebih bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai agama.

Kata Kunci: Penyebaran aib, media sosial tafsir Ash-Sha’rāwī, etika
Subject
Penyebaran aib, media sosial tafsir Ash-Sha’rāwī, etika