Relasi Ketakwaan Terhadap Kesehatan Mental Perspektif Muhammad Husayn Tabatabai Dalam Kitab Al-Mizan Fi Tafsir Al-Qur'an
Item- Title
- Relasi Ketakwaan Terhadap Kesehatan Mental Perspektif Muhammad Husayn Tabatabai Dalam Kitab Al-Mizan Fi Tafsir Al-Qur'an
- Creator
- Zalfa Qotrunnada Zahro
- Date
- 2025
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Dampak dari modernisasi, industrialisasi, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah pola hidup masyarakat. Perubahan ini menyebabkan nilai-nilai moral, etika, agama, dan tradisi lama ditinggalkan karena dianggap usang. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat di negara maju cenderung kehilangan aspek spiritual, padahal spiritualitas merupakan kebutuhan dasar manusia. Kekosongan batin dan ketiadaan nilai-nilai keagamaan inilah yang menjadi salah satu penyebab timbulnya permasalahan dalam kesehatan mental. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana relasi antara ketakwaan dan kesehatan mental dalam Al-Qur’an perspektif kitab Al-Mīzān fī Tafsīr Al-Qur’ān karya Muḥammad Ḥusayn Ṭabāṭabā’ī, serta mengetahui implikasi tafsir terhadap gagasan relasi ketakwaan terhadap kesehatan mental. Dengan jenis penelitian deskriptif analisis. Adapun ayat-ayat yang digunakan sebagai rujukan adalah QS. al-Anfāl: 29, QS. al-Aʿrāf: 35, QS. al-Aḥzāb: 70–71, QS. al-Ḥadīd: 28, dan QS. al-Ṭalāq: 2–3. Temuan dari penelitian ini adalah makna ketakwaan menurut pandangan Muḥammad Ḥusayn Ṭabāṭabāī dalam kitab tafsirnya Al-Mīzān yaitu hati manusia terjaga dan terbebas dari keraguan, kemusyrikan, kekafiran, dan kemunafikan. Ketakwaan mempunyai relasi dengan pembahasan kesehatan mental. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketakwaan memiliki pengaruh besar dalam menjaga dan memperkuat kesehatan mental. Penafsiran Ṭabāṭabāī menunjukkan bahwa takwa bukan hanya perilaku menjauhi larangan dan melaksanakan perintah Allah, tetapi juga menjadi jalan datangnya pertolongan Ilahi. Takwa berperan sebagai landasan spiritual yang mendatangkan ketenangan, keyakinan, optimisme, dan kemampuan menghadapi tekanan hidup dengan keteguhan hati. Konsep furqān yang lahir dari takwa memberikan bimbingan batin untuk membedakan yang benar dan salah sehingga jiwa terhindar dari kegelisahan yang dapat mengganggu dan merusak kesehatan mental.
Kata Kunci: Ketakwaan, Kesehatan Mental, Al-Mīzān fī Tafsīr Al-Qur’ān, Muḥammad Ḥusayn Ṭabāṭabā’ī, Relasi - Subject
- Ketakwaan, Kesehatan Mental, Al-Mīzān fī Tafsīr Al-Qur’ān, Muḥammad Ḥusayn Ṭabāṭabā’ī, Relasi

