Tesis: Nahdlatul Ulama dan Penerimaan Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi Negara

Item
Title
Tesis: Nahdlatul Ulama dan Penerimaan Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi Negara
Creator
Hasan Labiqul Aqil
Date
2025
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Penerimaan Nahdlatul Ulama (NU) terhadap Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan dinamika sosial, politik, dan agama. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU telah melalui berbagai fase dalam menyesuaikan dan mengelaborasi nilai-nilai Pancasila dengan prinsip keislamannya. Penelitian ini berusaha memahami bagaimana proses penerimaan tersebut berlangsung serta mengungkap aspek-aspek yang membentuk sikap NU terhadap Pancasila. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti implikasi penerimaan Pancasila oleh NU. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang melibatkan analisis terhadap berbagaidokumen, literatur, serta sumber-sumber primer dan sekunder. Dengan pendekatan filsafat politik Islam, penelitian ini berusaha memahami bagaimana NU membangun pemahaman dan argumentasi dalam menerima Pancasila. Teknik analisis yang digunakan meliputi
deskriptif, penjelasan, serta analisis kritis terhadap dokumen resmi NU dan karya intelektual para tokoh NU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan NU terhadap Pancasila didasarkan pada empat aspek utama. Pertama, aspek politis, yang menunjukkan bagaimana NU menyusun strategi dalam menghadapi perubahan kebijakan negara dan menjaga hubungan dengan pemerintah. Kedua, aspek kultural, yang menggambarkan bagaimana NU menafsirkan Pancasila dalam konteks Islam Nusantara, dengan mengedepankan harmoni antara agama dan budaya lokal. Ketiga, aspek keagamaan, yang menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam, tetapi justru mencerminkan prinsip-prinsip universal dalam Islam. Terakhir, aspek filosofis, yang menjelaskan penerimaan Pancasila dalam kerangka pemikiran ke-NU-an sebagai sebuah konsepsi yang sejalan dengan nilai-nilai Aswaja. NU berperan sebagai penjaga keseimbangan antara agama dan negara, serta menjadi pilar penting dalam memperkuat integrasi nasional. Dengan demikian, penerimaannya terhadap Pancasila menegaskan bahwa NU telah memainkan peran strategis dalam membentuk wajah Islam yang moderat dan kontekstual di Indonesia.

Kata kunci: Nahdlatul Ulama, Pancasila, Islam Nusantara, Filsafat Politik Islam.
Subject
Nahdlatul Ulama, Pancasila, Islam Nusantara, Filsafat Politik Islam.