Tesis: Epistemologi Artificial Intelligence Tinjauan Filsafat Ibnu Sina
Item- Title
- Tesis: Epistemologi Artificial Intelligence Tinjauan Filsafat Ibnu Sina
- Creator
- Hasan Shahab
- Date
- 2024
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) makin nyata dikehidupan sehari-hari dan menjadi bagian penting peradaban manusia kini dan masa depan. Kemampuan AI didukung oleh kemampuan machine learning, yaitu kemampuan mesin belajar sendiri dari dataset yang tersedia sehingga mampu memprediksi dan bahkan memberi usulan solusi. Pada tahap ini saja sudah dianggap sebagai representasi Intelligence atau kecerdasan sebuah teknologi yang pada level tertentu udah menggungguli sebagian kecerdasan manusia. Kini, AI sudah melangkah ke generasi generative AI, di mana AI mampu membuat konten baru seperti merumuskan bahasa dan memberi jawaban konsepsi dari pertanyan-petanyaan yang diajukan. Apalagi, diduga, bahwa AI akan terus melaju ke tahap berikutnya yaitu SuperIntelligence di mana mesin punya aspek kesadaran (consciousness). Penelitian akan diarahkan pada pertanyaan seberapa jauh AI akan sampai pada kecerdasan atau Intelligence yang menyamai bahkan menggantikan kecerdasan manusia, bagaimana kemampuan AI sesungguhnya dalam meraih pengetahuan dan jenis pengetahuan apa saja yang bisa diraih. Penelitian ini menggunakan model penelitan filsafat sistematis reflektif. Model ini akan meneliti fenomena aktual yang kontroversial yaitu konsep “kecerdasan” sebagai bagian proses berpikir AI. Konsep berpikir dari kajian filsafat Ibnu Sīnā akan dipakai menjadi sudut pandang dalam menilai apakah memang AI punya kemampuan berpikir, jenis kecerdasan dan bagaimana tingkatannya. Ibnu Sīnā membahas secara detil bagaimana manusia meraih pengetahuan dan jenis pengetahuan yang diraih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan AI hanya mampu meniru fungsi-fungsi material seperti indra dan sebagian fungsi otak, tetapi tidak dapat meniru kemampuan abstraksi kompleks dari akal yang bersifat non-material. Meskipun AI unggul dalam penyimpanan, analisis data besar, dan memberikan rekomendasi, AI tidak memiliki kesadaran diri (consciousness) dan tidak mampu menghasilkan pengetahuan universal maupun inovasi sejati, karena hal ini hanya dapat dicapai oleh akal manusia yang terhubung dengan akal aktif.
Kata Kunci: Artificial Intelligence, Generative AI, SuperIntelligence. Intelligence, Human-machine, Ibnu Sīnā, Epistemologi. - Subject
- Artificial Intelligence, Generative AI, SuperIntelligence. Intelligence, Human-machine, Ibnu Sīnā, Epistemologi.

