Tesis: Hakikat Kekuasaan Politik
Item- Title
-
Tesis: Hakikat Kekuasaan Politik
- Creator
- Ace Sumirsa Ali
- Date
- 2021
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Pemikiran politik Taqiyyudin an-Nabhani tentang negara Islam tidak hanya menjadi estafeta gagasan khilafah yang pernah muncul dari para pemikir politik Islam sebelumnya, tetapi ini telah menjadi salah satu gerakan politik Islam internasional. Melalui Hizbut Tahrir, Taqiyyudin meyakini betul kepastian bisa tegaknya ad-Dawlah al-Islamiyyah, yaitu menyatunya kekuasaan politik dengan agama Islam. Baginya, universalitas Islam menjadi argumentasi paling rasional bahwa Negara Islam adalah keniscayaan untuk terwujud.
Menurut Taqiyuddin, Nabi Muhammad dan Khulafaurrasyiddin telah mendirikan Pemerintahan Islam secara komprehenship di Madinah dan itu adalah bukti telah tegak ad-Dawlah al-Islamiyyah. System Negara Islam adalah Khilafah dan bukan yang selain itu. Kedaulatan berada pada hukum (syara’) dan kekuasaan terletak pada umat. Sementara khalifah adalah pelaksana tunggal kekuasaan yang tugasnya bisa dibantu oleh para wazir. Negara Islam itu tunggal di dunia, tak boleh ada ad-Dawlah al-Islamiyyah lain selainnya. Mekanisme pengangkatan khalifah melalui bai’at umat. Tanpa bai’at, maka kekhalifaahan seseorang menjadi tidak sah. Bai’at diperbolehkan terpaksa asal dikemudian hari ikhlas menerimanya. Konsep pemerintahan Khilafah tidak sama dengan demokrasi, meski kekuasaan berada di tangan umat. Negara Islam bukan Negara Hukum meski kedaulatan berada di tangan syara’. Bukan pula oligarki sebab tak boleh dikuasai sekelompok orang. Bukan monokrasi sebab jabatan khalifah tak boleh diwariskan - Subject
- Kekuasan Politik, Daulah Islamiyah

