Penafsiran Ayat-Ayat Antropomorfistik Tuhan (Studi Kitab Al-Mīzan fī Tafsīr al-Qur’ān karya Muḥammad Ḥusayn Ṭabāṭabā’i)

Item
Title
Penafsiran Ayat-Ayat Antropomorfistik Tuhan (Studi Kitab Al-Mīzan fī Tafsīr al-Qur’ān karya Muḥammad Ḥusayn Ṭabāṭabā’i)
Creator
Siti Halimah
Date
2019
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Ayat-ayat antropomorfistik merupakan ayat-ayat yang mendeskripsikan Tuhan memiliki sifat fisik seperti halnya manusia. Ayatayat ini termasuk dalam jenis ayat-ayat mutasyabihat yang seharusnya kembali atau merujuk pada ayat-ayat muhkamat, atau memerlukan penafsiran ayat yang merujuk pada takwil yang sesuai dengan makna ẓahir
ayat tersebut. Tujuannya agar menghasilkan pengertian yang tidak ambigu dan tidak menyesatkan dalam perkara mempercayai sifat-sifat Tuhan. Seperti halnya penafsiran ayat-ayat antropomorfistik yang dijelaskan secara harfiah, terlalu literal sehingga menimbulkan pandangan mujassimah dan itu adalah problem karena Tuhan dibatasi oleh pembatasan fisik. Sebaliknya, penafsiran yang terlalu bebas/terlalu rasional juga menjadi masalah, karena keluar dari koridor redaksi ayat. Dari permasalahan tersebut, untuk menjelaskan ayatayat antropomorfistik dibutuhkan penafsiran yang menggunakan metode takwil yang berpijak pada makna ẓahir ayat.

Adapun penelitian ini dilakukan untuk menelaah kembali ayat-ayat antropomorfistik berdasarkan penafsiran Ṭabāṭabā’i dalam Tafsir Al-Mīzan fī Tafsīr al-Qur’ān. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan metode tematik tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Muḥammad Ḥusayn Ṭabāṭabā’i tentang ayat-ayat antropomorfistik dalam Tafsīr Al-Mizan dan juga untuk mengetahui metodologi yang digunakan Muḥammad Ḥusayn Ṭabāṭabā’i dalam menafsirkan ayat-ayat antropomorfistik Tuhan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menafsirkan ayat-ayat antropomorfistik, Ṭabāṭabā’i menafsirkan dengan metode tahlili dan secara sistematis, Ṭabāṭabā’i menjelaskan ayat-ayat antropomorfistik dengan menyebutkan kinayah, siyaq atau konteks ayat dan menjelaskan munasabah ayat yakni metode qur’an bil qur’an dalam sebagian besar ayat-ayat antropomorfistik dengan ayat-ayat yang berkaitan.

Secara pemikiran, dengan konsisten Ṭabāṭabā’i menjelaskan dari makna hingga menuju batin ayat tersebut. Hal ini sesuai dengan pemikiran Ibn Arabi. Tafsīr Al- Mīzan bercorak multi tafsir, yaitu mencakup corak berbagai ilmu, baik teologi, sufistik maupun filsafat.

Kata kunci: Ayat-ayat antropomorfistik, mujassimah, Penafsiran.
Subject
Ayat-ayat antropomorfistik, mujassimah, Penafsiran