Studi Kritis Dosa Adam Dalam Al-Quran Perspektif Makarim Shirazi Dalam Kitab Tafsir Al-Amthal Fi Tafsir Kitab Allah Al-Munzal

Item
Title
Studi Kritis Dosa Adam Dalam Al-Quran Perspektif Makarim Shirazi Dalam Kitab Tafsir Al-Amthal Fi Tafsir Kitab Allah Al-Munzal
Creator
Sholeha
Date
2019
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Adam merupakan manusia pertama di bumi sekaligus sebagai nabi Allah swt yang dikisahkan dalam Al-Quran. Sebagai seorang nabi, Adam haruslah terhindar dari dosa dan kesalahan. Akan tetapi dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Adam melakukan pelanggaran mendekati pohon (shajarah) yang membuatnya menjadi orang yang zalim, durhaka dan sesat karena ketergelincirannya oleh iblis sehingga ia bertobat dan diperintahkan turun ke bumi. Hal ini memunculkan permasalahan di kalangan ahli tafsir. Sebagian penafsir menyatakan bahwa Adam telah berdosa yang mana hal ini bertentangan dengan prinsip kemaksuman seorang nabi. Adapun sebagian lain menganggap perbuatan tersebut bukan sebuah dosa.

Perbedaan penafsiran tentang dosa Adam dalam Al-Quran dapat dilihat dari bagaimana masing-masing memahami persoalan kisah nabi Adam dan kemaksuman nabi Adam serta hubungannya dengan pelanggaran terhadap larangan Allah mendekati pohon (al-shajarah) di surga, ketergelinciran Adam, kezaliman Adam dan tobatnya Adam dari perbuatan tersebut hingga turunnya Adam ke bumi karena dosanya dalam Al-Quran.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang memusatkan perhatian pada pandangan-pandangan tokoh dan kajian teks dengan teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan (library reasearch) untuk mengkaji dosa Adam dalam al-Qur’an perspektif Nas}ir Makarim Shirazi dalam kitab tafsir Al-Amthal fi Tafsir Kitab Allah Al-Munzal. Sementara itu, karena kajian ini adalah kajian tafsir maka metode penelitian penafsiran yang digunakan adalah metode maud}ui. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Adam sebagai seorang nabi itu maksum. Pelanggaran yang dilakukan Adam adalah meninggalkan sesuatu yang lebih utama. Adapun tobat Adam ialah kesadarannya atas perbuatannya meninggalkan yang lebih utama dan kembali kepada penciptanya. Kemudian perintah turunnya Adam ke bumi adalah konsekuensi tetap dari perbuatannya walaupun ia telah bertobat.

Kata kunci: Adam, kisah, maksum, dosa, tergelincir (azalla), zulm, tobat (taba), turun, tafsir.
Subject
Adam, kisah, dosa, tergelincir (azalla), zulm, tobat (taba), turun, tafsir.