Jalan yang Lurus (As-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm) Perspektif Mullā Ṣadrā (Studi Takwil dalam Kitab Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm)
Item- Title
- Jalan yang Lurus (As-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm) Perspektif Mullā Ṣadrā (Studi Takwil dalam Kitab Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm)
- Creator
- Ahmed Zaranggi Ar Ridho
- Date
- 2019
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Skripsi ini menjelaskan hakikat jalan yang lurus (as-ṣirāṭ almustaqīm) melalui teori takwil Mullā Ṣadrā. Pemaknaan atas term-term yang terkandung di dalam Alquran adalah hal yang penting, terlebih ketika berbicara tentang hidayah yang selalu dipanjatkan di setiap salat. Namun, pemaknaan term yang hanya membatasi pada makna-makna lahiriah, hanya akan menyisakan keraguan dan perselisihan-perselisihan. Akibatnya, kedalaman term-term penting di dalam Alquran, termasuk term hidayah jalan yang lurus menjadi dangkal dan kaku. Dengan demikian, dibutuhkan pemaknaan yang lebih mendalam dan komprehensif, yaitu melalui takwil irfani atas term jalan yang lurus. Pasalnya, term ini mengundang berbagai macam pemaknaan yang pada saatnya dapat melahirkan aliran pemikiran atas kebenaran dan keselamatan. Sebagaimana tiga kelompok, yaitu Eksklusivisme, Inklusivisme dan Pluralisme. Penelitian ini juga menjawab persoalan penakwilan, yaitu teori takwil Mullā Ṣadrā, serta penerapannya dalam memahami perselisihan pemaknaan atas term jalan yang lurus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tematik tokoh dan deskriptif-analitis. Kesimpulan penelitian ini adalah metode takwil Ṣadrā merupakan suatu penafsiran yang mendalam, dengan mengedepankan makna batin tanpa menyalahi makna lahir ayat, kemudian hakikat jalan yang lurus dimaknai secara mendalam dengan kaidah Ruh Makna (rūḥ al-maknā) sehingga mampu menjadi jawaban atas perselisihan referen-referen yang ada. Lebih dari itu, pemaknaan Mullā Ṣadrā, menampilkan sisi filosofis dan irfani bahwa jalan lurus adalah seorang pejalan itu sendiri yang diharuskan untuk mengaktualan potensi akal dan intuisi dalam gerakan ikhtiar, sehingga mampu meraih kesempurnaan yang tertinggi.
Kata Kunci: Takwil Mullā Sadrā, Makna Batin, Jalan Yang Lurus, Rūḥ almaknā dan Kesempurnaan Manusia. - Subject
- Takwil Mullā Sadrā, Makna Batin, Jalan Yang Lurus, Rūḥ almaknā dan Kesempurnaan Manusia.

