Iman Dalam Al-Qur'an: Studi Kritis Agnostisisme Berdasarkan Tafsir Al-Mizan Fi Tafsir Al-Qur'an

Item
Title
Iman Dalam Al-Qur'an: Studi Kritis Agnostisisme Berdasarkan Tafsir Al-Mizan Fi Tafsir Al-Qur'an
Creator
Ratdianti
Date
2024
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep iman menurut Allamah Muhammad Husain Tabatabai, seorang filsuf dan mufassir terkenal dalam tradisi Islam, yang menawarkan pendekatan filosofis dan mendalam terhadap iman. Pokok masalah yang diangkat adalah bagaimana iman dipahami sebagai realitas kompleks yang mengintegrasikan pengetahuan, kepercayaan, dan amal, serta bagaimana kritik Tabatabai terhadap agnostisisme menegaskan relevansi iman dalam kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep iman dalam Al-Qur‟an dengan merujuk pada pandangan Tabataba'i, mengeksplorasi kritiknya terhadap agnostisisme, dan memahami peran iman dalam membentuk kehidupan yang bermakna dan harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tabatabai memandang iman sebagai realitas yang kompleks, menggabungkan keyakinan berbasis pengetahuan yang benar dengan tindakan nyata. Ia menegaskan bahwa iman tidak dapat dipisahkan dari pengetahuan rasional, keyakinan sejati harus didasarkan pada pemahaman logis, bukan asumsi atau spekulasi. Dalam kritiknya terhadap agnostisisme, Tabatabai menyatakan bahwa keraguan terhadap kemampuan manusia mengenal Tuhan sering kali disebabkan oleh kurangnya pengamatan mendalam atau hambatan psikologis. Ia menekankan pentingnya wahyu dan fitrah manusia sebagai sarana untuk mengenal Tuhan, selain argumen rasional seperti argumen kosmologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tematik tokoh. Dengan pendekatan deskriptif-analtis dan menggunakan teknik explanatory analysis dalam menganalisi data. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa, iman adalah perpaduan antara pengetahuan, tindakan nyata, dan kebebasan memilih. Muhammad Husain Tabataba'i menolak keraguan (agnostisisme) dengan alasan rasional. Iman dapat dicapai melalui pencarian intelektual dan spiritual yang mendalam, Iman bukan hanya keyakinan pribadi, tetapi juga membawa dampak besar pada kehidupan sosial dan spiritual, menjadikannya panduan utama menuju hidup yang bermakna dan harmonis.

Kata Kunci : Iman, Agnostisisme, Tabataba'i
Subject
Iman, Agnostisisme, Tabataba'i