Ekoteologi dalam Al-Qur’an (Studi Penafsiran Kitab Al-Mizan Fi Tafsir Al-Qur’an Karya Muhammad Husayn Tabataba’i)
Item- Title
- Ekoteologi dalam Al-Qur’an (Studi Penafsiran Kitab Al-Mizan Fi Tafsir Al-Qur’an Karya Muhammad Husayn Tabataba’i)
- Creator
- Muhafidz Hasan
- Date
- 2024
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Manusia telah kehilangan peran eksistensialnya sebagai representasi Allah di muka bumi ini, terutama dalam menghadapi krisis lingkungan yang merajalela. Terdapat pemahaman bahwa krisis lingkungan disebabkan oleh kesalahan paradigma manusia terhadap peran dan keberadaannya di alam. Al-Qur’an menekankan bahwa alam semesta diciptakan untuk kepentingan semua makhluk, dan manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab untuk merawat dan memelihara bumi. Pemahaman ekoteologi, khususnya dalam tafsir Al-Mizan karya Muhammad Husayn Tabataba’i, menjadi fokus penelitian. Tabataba’i menyoroti kerusakan lingkungan terjadi akibat dari tindakan manusia yang melanggar amanah Tuhan dan menjaga keseimbangan ekosistem adalah bagian integral dari iman. Penelitian ini bertujuan mendalami dan menganalisis pandangan Tabataba’i terkait ekoteologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tematik dengan teknik analisis deskriptif-analitis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekoteologi merupakan ilmu yang mengkaji tentang prinsip-prinsip agama soal lingkungan hidup atau alam beserta ekosistem yang ada di dalamnya, dengan tujuan untuk mempertahankan keyakinan agama atau iman dengan argumentasi yang dapat diterima oleh akal manusia. Tabataba’i menekankan bahwa agama mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, juga dengan alam semesta. Ekoteologi bertujuan sebagai jembatan antara prinsip-prinsip spiritual dan tantangan lingkungan, mendorong tindakan yang selaras dengan prinsip keadilan dan keberlanjutan, serta mengingatkan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari ibadah dan tanggung jawab religius. Prinsip ekoteologi mencakup di antaranya, Tauhid (keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa), Tanggung Jawab (sebagai makhluk Allah SWT dan khalifah di Bumi), dan Kesadaran (menjalankan tugas untuk menjaga kemakmuran lingkungan dengan menghubungkan pada segala syari’at keagamaan). Implikasi ekologi pandangan Tabataba’i dapat teraktual dengan mengajak umat Islam untuk menjaga lingkungan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Kata Kunci: Ekoteologi, Al-Mizan Fi Tafsir Al-Qur’an, Muhammad Husayn Tabataba’i. - Subject
- Ekoteologi, Al-Mizan Fi Tafsir Al-Qur'an

