Ru'yatullah Dalam Al-Qur'an (Studi Teologis Tafsir Al-Mizan fi Tafsiril Qur'an)

Item
Title
Ru'yatullah Dalam Al-Qur'an (Studi Teologis Tafsir Al-Mizan fi Tafsiril Qur'an)
Creator
Fatimah Zakiyah
Date
2024
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Ru’yatullah telah melahirkan beragam penafsiran ada yang mengatakan bahwa kelak Allah bisa dilihat pun sebaliknya. Penafsiran tersebut biasanya menginterpretasikan keilmuan dari mufasir, dalam hal konsep ini cenderung menginterpretasikan paham ideologi dari muafasir. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penafsiran tokoh yang mewakili shiah dan bagaimana corak teologi dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut dari aspek subjektivitas dan objektivitasnya. Dengan jenis penelitian deskriptif analisis. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa penafsiran Thabāthabā'ī menekankan bahwa konsep Ru'yatullah (melihat Allah) harus dipahami sebagai pengalaman spiritual, bukan penglihatan fisik. Berdasarkan penafsiran terhadap QS. Al-Qiyamah [75]: 22-23, QS. Al-A'raf [7]: 143, dan QS. Al-An’am [6]: 103, Thabāthabā'ī menjelaskan bahwa Allah melampaui batasan fisik dan tidak bisa dilihat dengan mata, melainkan hanya dapat dikenal melalui pengetahuan batin yang mendalam. Ia secara tegas menolak penafsiran antropomorfis dan menegaskan pentingnya makrifatullah atau pengetahuan spiritual dalam mengenal Allah. Pendekatan Thabāthabā'ī ini mencerminkan sintesis antara prinsip teologi Shiah dan pemahaman filosofis, serta menggarisbawahi transendensi dan tauhid dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Meskipun penafsiran Tabataba’i sangat dipengaruhi oleh ideologinya terdapat sisi objektivitas dalam pendekatannya. Ia menggunakan metodologi yang konsisten, menerapkan prinsip filosofis dan teologis yang mendalam, merujuk pada sumber-sumber tradisional, dan menolak penafsiran yang tidak konsisten dengan prinsip tauhid.

Kata Kunci: Ru’yatullah, Corak teologi, Tafsir Al-Mizan Fi Tafsiril Qur’an
Subject
Ru'yatullah, Tafsir Al-Mizan Fi Tafsiril Qur'an