Analisis Kritis Konsep Situated Knowledge Feminisme Dalam Perspektif Filsafat Neo-sadrian
Item- Title
- Analisis Kritis Konsep Situated Knowledge Feminisme Dalam Perspektif Filsafat Neo-sadrian
- Creator
- Nafidah Inarotul Huda
- Date
- 2023
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Epistemolog feminis mengembangkan teori pengetahuan Situated Knowledge yang mengasumsikan lokasi dan atau situasi sosial sebagai elemen sentral yang memengaruhi produksi pengetahuan manusia, sehingga produk pengetahuan yang ada telah dan atau akan dipengaruhi lokasi sosialnya, termasuk konsepsi terhadap entitas perempuan dan laki-laki dalam filsafat yang dinilai cenderung androsentrik. Teori ini merupakan antitesis dari prinsip epistemologi tradisional tentang objektivitas, yang mengandaikan keterpisahan dan aperspektifitas subjek dengan objek yang diketahui. Berdasarkan penelusuran teoretis, Situated Knowledge ditemukan sebagai pengembangan teori pengetahuan yang bersifat relatif. Jika teori ini melihat dirinya sebagai satu-satunya modus pengetahuan secara konsekuen menegasi model pengetahuan universal, absolut dan objektif. Penelitian ini dalam rangka menganalisis kritis implikasi epistemologis konsep Situated Knowledge feminisme dengan menggunakan kerangka filsafat Neo-Sadrian. Ada dua hal kenapa filsafat Neo-Sadrian relevan dalam menganalis konsep situated knowledge. Pertama, Kerangka filsafat Neo-Sadrian bersifat akomodatif terhadap pengetahuan objektif dan subjektif, universal dan parsial, absolut dan relatif. Kedua, kerangka filsafat Neo-Sadrian dapat memberikan basis epistemik bagi konsep situated knowledge, yakni melalui pembagian konsep persepsi menjadi hakiki dan i’tibārī. Dua tesis utama dari penelitian ini adalah; pertama limitasi berikut generalisasi dalam kerangka pengetahuan Situated Knowledge meliputi dimensi partikularitas, subjektivitas dan relativitas mengimplikasikan kontradiksi (self-contradictory) dan sulitnya menetapkan nilai dan atau justifikasi pengetahuan. Kedua, melalui Filsafat Neo-Sadrian Situated Knowledge memeroleh validitas epistemik sebagai salah satu modus pengetahuan dengan meninjau cakupan eksistensi, instrumen pengetahuan dan jenis persepsi sebagai basis relativitas pengetahuannya. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dan didekati secara filosofis dengan menggambarkan kerangka teoretis objek kajian serta mengklasifikasi dan mengkaji implikasinya secara kritis.
Kata Kunci: Situated Knowledge, Implikasi Epistemik, Self
contradictory, Basis Epistemik, Persepsi I’tibārī, Neo-Sadrian. - Subject
- Situated Knowledge, Self- contradictory, Neo-Sadrian.

