Gagasan Eudaimonia dalam Prinsip Ibnu Sina dan Filsafat Stoa

Item
Title
Gagasan Eudaimonia dalam Prinsip Ibnu Sina dan Filsafat Stoa
Creator
Muhammad Aban
Date
2024
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Filsafat Islam membahas berbagai aspek kehidupan, termasuk konsep kebahagiaan. Kebahagiaan dalam perspektif Islam mencakup kehidupan di dunia ini dan kehidupan selanjutnya. Ibnu Sina, filsuf besar Zaman Keemasan Islam, menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati dicapai dengan memperbaiki bagian praktis jiwa dan meningkatkan akhlak. Konsep kebahagiaan awalnya dibahas secara inklusif oleh Aristoteles sebagai Eudaimonia namun telah berkembang menjadi pemahaman yang lebih pragmatis. Filsafat Stoa kemudian fokus pada pengendalian emosi negatif dalam kehidupan sosial, mengajarkan bahwa kesadaran akan keutamaan membantu individu mempertimbangkan segala hal sebelum membuat keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam bagaimana konsep Eudaimonia kemudian melihat persamaan dan perbedaan konsep kebahagiaan dalam pandangan Ibnu Sina dan Filsafat Stoa dalam mencapai Kebahagiaann sejati. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian kepustakaan (library research) dan Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan filosofis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Eudaimonia menurut Aristoteles adalah kebahagiaan moral melalui kebajikan. Ibnu Sina menekankan kebahagiaan sejati dari kesempurnaan intelektual dan moral serta pemahaman alam semesta, sementara Filsafat Stoa mengajarkan kebahagiaan melalui kebajikan, kontrol emosi, dan penerimaan takdir. Keduanya menekankan pengembangan moral dan intelektual sebagai dasar kebahagiaan, dengan Ibnu Sina fokus pada pendidikan dan keseimbangan hidup, dan Stoa pada kontrol diri dan hubungan sosial.

Kata-Kata Kunci: Eudaimonia, Filsafat Stoa, Ibnu Sina
Subject
Eudaimonia, Filsafat Stoa, Ibnu Sina