Sarkasme di Era Komunikasi Digital (Analisis Tafsir At-Tahrir Wa At-Tanwir)

Item
Title
Sarkasme di Era Komunikasi Digital (Analisis Tafsir At-Tahrir Wa At-Tanwir)
Creator
Nina Nurazizah
Date
2024
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Penggunaan bahasa sarkasme di media sosial digunakan sebagai alat untuk mengekspresikan pendapat, mengkritik atau bahkan hanya sebatas menyapaikan humor. Banyaknya pengguna media sosial yang membuat komentar sarkas sehingga memicu konflik tentang idolanya yang tidak terima karena dicela, penghinaan fisik, kritik tingkah laku, dan ujaran kebencian karena tidak suka terhadap orang lain. Perbuatan tersebut dapat menggeser etika komunikasi yang diajarkan oleh agama islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh sarkasme dalam menggeser etika komunikasi dan menjelaskan pandangan Muhammad Aṭ-Ṭāhir Ibn ‘Āshūr terhadap ayat-ayat sarkasme. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang memusatkan perhatian pada pandangan pandangan tokoh dan kajian teks dengan teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan (library research). Hasilnya adalah Sarkasme memiliki pengaruh yang signifikan pada komunikasi di era digital yang memudahkan penggunanya dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sarkasme dapat menggeser empat point utama yang penting dalam komunikasi, yaitu kejujuran, pesan positif, tabayyun, dan menebarkan kedamaian dan ketentraman. Ibn ‘Āshūr berpandangan bahwa bentuk-bentuk sarkasme dapat memperpecah tali persaudaraan antar umat islam dan larangan tersebut merupakan cara melindungi nilai-nilai sosial dan moral dalam komunitas muslim. Kebalikan dari larangan menggunakan sarkasme atau berkata kotor, Allah memerintahkan umatnya untuk berkata baik (qaulan ma’rūfan, qaulan sadīdan, qaulan balīghan, qaulan layyinan, qaulan karīman, dan qaulan maysūran) dan dapat menjadi solusi manusia dalam berkomunikasi.

Kata Kunci: Sarkasme, Komunikasi Digital, Muhammad Aṭ-Ṭāhir Ibn ‘Āshūr.
Subject
Sarkasme, Komunikasi Digital, Muhammad At-Tahir Ibn Ashur