Al-Mun'am 'Alayhim (Studi Analisis Kitab Tasnīm fī Tafsir Al-Qurān karya Abdullah Jawādī Āmulī)
Item- Title
- Al-Mun'am 'Alayhim (Studi Analisis Kitab Tasnīm fī Tafsir Al-Qurān karya Abdullah Jawādī Āmulī)
- Creator
- Diki Maulana
- Date
- 2023
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Al-Mun’am ’alayhim dalam kitab Tasnīm fī Tafsīr al-Qurān karya Abdullah al-Jawādī at-Ṭabarī al-Āmulī. Dilatarbelakangi persoalan pengingkaran dan ketidaksadaran manusia terhadap nikmat-nikmat Tuhan yang telah diberikan, juga secara konseptual mufasir juga berselisih tentang esensi dan dimensi kenikmatan yang disebutkan dalam Al-Qur’an, hingga sebagian mufasir mengklaim bahwa hanya golongannyalah yang masuk dalam golongan orang yang diberikan nikmat. Karena itu, penelitian ini akan menyingkap personifikasi, ciri dan kriteria yang dimaksud al-Mun’am ’alayhim dalam Al-Qur’an dan menjawab persoalan penafsiran ayat ketujuh dari surah al-Fātiḥah, yaitu dengan menggunakan penafsiran Jawādī Āmulī, serta penerapannya dalam memahami perselisihan pemaknaan atas term al-Mun’am ’alayhim (orang-orang yang diberikan kenikmatan kepada mereka). Metodologi dalam penelitian ini adalah tematik, deskriptif-analitis dan pendekatan interpretatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Jawādi Āmulī yang mengedepankan falsafah dan kebahasaan Al-Qur’an dalam tafsirnya membagi nikmat menjadi dua bagian; nikmat lahiriah dan batiniah, dan esensi dari kenikmatan dalam surah al-Fātiḥah itu adalah nikmat batiniah berupa keselamatan dalam menempuh perjalanan aṣ-ṣirāṭ al-mustaqīm dan kenikmatan khusus seperti minuman-minuman surga. Orang-orang yang mendapatkan kenikmatan adalah dari golongan para Nabi, Ṣiddīqīn (orang-orang yang membenarkan agama Islam), para Shuhadā` dan Ṣālihīn. Adapun ciri-cirinya; Nabi mendapatkan berita dan wahyu . Jalan menuju ke derajat kenabian tidak akan bisa ditempuh lagi atau sudah tertutup. Sedangkan yang lainnya; Ṣiddīqīn, para Shuhadā` dan Ṣālihīn adanya keimanan di dalam hati selalu mensucikan hati diri dan mereka bersegera dalam menuju magfira Allah (pengampunan Allah). Jalan menuju ke derajat mereka masih terbuka dan masih bisa ditempuh.
Kata Kunci: al-Mun’am ’alayhim, Nikmat dan Tasnīm. - Subject
- al-Mun'am 'alayhim, Tasnim

