Hakikat Doa Dalam Al-Qur'an: Studi Kitab Min Wahyi Al-Qur'an
Item- Title
- Hakikat Doa Dalam Al-Qur'an: Studi Kitab Min Wahyi Al-Qur'an
- Creator
- Merisa Umami
- Date
- 2024
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Sebagian besar manusia berasumsi bahwa doa adalah permohonan. Dengan berdoa keinginan akan terwujud, tetapi banyak doa yang diulang-ulang hingga kini belum juga didapatkan, menimbulkan klaim bahwa berdoa merupakan hal yang sia-sia. Asumsi seperti inilah yang menjadi problem umat muslim. Bahwa hakikatnya doa adalah bentuk kelemahan seorang hamba dihadapan Allah. Dan hakikat doa bukan sebagai permohonan, seperti yang ada pada QS. al-Baqarah: 186, QS. al-Ghāfir: 60 juga pada QS. al-A'raf: 55. Allah berjanji akan mengabulkan permohonan setiap hamba yang meminta kepada-Nya, dengan sudah menjalankan perintah-Nya. Terdapat juga ayat-ayat yang bermunasabah di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelami lebih mendalam hakikat doa dalam al-Qur’an, dengan berangkat dari tafsir Min Waḥyi Al-Qur'ān. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini merupakan metode tematik tokoh, dalam sebuah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-analisis. Hasil dari penelitian ini menggambarkan hakikat doa menurut perspektif Muḥammad Ḥusein Fadlullāh, yang terungkap dalam ayat-ayat al-Qur`an, khususnya seperti QS. al-Baqarah: 186, al-A'raf: 55 dan al-Ghāfir: 60. Menjelaskan bahwa doa itu subtansinya adalah ibadah, karena ia adalah ibadah maka di dalamnya diperlukan ketundukan kepada Allah serta perasaan akan kesadaran bahwa diri ini sangat Fakir, sangat membutuhkan Allah. Sehingga membuat pendoa memiliki rasa cinta, iman serta ikhlas, kesucian rohani serta keterbukaan terhadap Allah. Allah memberikan jawaban atas setiap doa hamba-Nya. Ada doa yang segera diijabah, ada yang ditunda pengabulanya dan ada pula yang tidak dikabulkan. Adapun penyebab doa tidak diijabah berdasarkan dua hal, pertama: doa tersebut mengandung kerugian bagi orang lain, serta tidak menguntungkan bagi pendoa. Kedua: doa yang diucapkan dengan lalai dan tidak sungguh sungguh sehingga tidak diijabah oleh Allah.
Kata Kunci: Doa, Min Waḥyi Al-Qur`ān, Muhammad Husein Fadlullāh. - Subject
- Doa, Min Wahyi Al-Qur'an

