Solusi Absurditas Kehidupan Perspektif Albert Camus Dalam Pendekatan Filsafat Ibnu Sina

Item
Title
Solusi Absurditas Kehidupan Perspektif Albert Camus Dalam Pendekatan Filsafat Ibnu Sina
Creator
Annisa Fitria Utami
Date
2023
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Penelitian ini merupakan telaah pustaka filsafat jiwa Ibnu Sina sebagai landasan pemikiran untuk mengkritik argumentasi absurditas Albert Camus yang dipandang telahmenghadirkan kritis identitas dalam diri individu di realitas. Akibatnya, individu tidak dapat mengenali eksistensinya untuk menyusun kebahagiaan dan kesempurnaan yang mengimplikasikan ketidakbermaknaan hidup. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji makna, eksistensi, dan hakikat jiwa untuk merespon pandangan Eksistensialisme Albert Camus, sehingga individu dapat memahami cara menentukan ia berada melalui filsafat jiwa Ibn Sina dengan merujuk karya utamanya, “Mabdā wa al-Ma’ād” dan “al-Ishārāt wa al- Tanbīhāt”. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-filosofis dapat disimpulkan bahwa jiwa dalam pandangan Ibnu Sina merupakan kesempurnaan pertama manusia untuk menyadari kebenaran eksistensinya di realitas. Ibn Sina memandang kesadaran terhadap kebenaran merekonstruksi pengetahuan individu untuk menyusun tujuan hidup; kesempurnaan dan kebahagiaan, guna mempertegas keberadaannya. Albert Camus menilai kebahagiaan dan kesempurnaan manusia sebatas pengalaman materi, begitu pun dengan absurditas terjadi dalam kehidupan fisik. Solusi utama yang ditawarkan Albert Camus mengatasi absurditas, ialah melakukan pemberontakan sebagai jalan akhir memaknai hidup. Namun, pemberontakan persepktif Albert Camus meniscayakan konflik antara individu yang menyebabkan ketidakbahagiaan dan kesempurnaan hidup yang mengimplikasikan terjadinya absurditas. Hasil utama tulisan ini, ialah merespon solusi absurditas Albert Camus melalui filsafat jiwa Ibn Sina untuk merealisasikan pemahaman individu terhadap makna hidupnya.

Kata-Kata Kunci: Absurditas, Eksistensi, Albert Camus, Jiwa, Ibn Sina
Subject
Absurditas, Albert Camus, Ibnu Sina