Gosip Perspektif Wahbah Az-Zuhayli Dalam At-Tafsir Al-Munir Fi Al-Aqidah Wa Ash-Shari'ah Wa Al-Manhaj

Item
Title
Gosip Perspektif Wahbah Az-Zuhayli Dalam At-Tafsir Al-Munir Fi Al-Aqidah Wa Ash-Shari'ah Wa Al-Manhaj
Creator
Megawati
Date
2024
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia dihimbau untuk
berperilaku baik dan menjaga sikap berbaik sangka terhadap sesama dengan menghindari pembicaraan negatif tentang orang lain. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa seringkali kita menemui orang yang terlibat dalam perbincangan yang merugikan orang lain, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi, yang umumnya dikenal sebagai gosip. Praktik ini dapat memberikan dampak serius dalam hubungan antar manusia, bahkan dapat menciptakan konflik dan permusuhan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode tematik atau mauḍū`ī dengan jenis penelitian deskriptif-analitis, dengan pendekatan sosial budaya. Metode deskriptif analisis digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penafsiran ayat-ayat mengenai gosip menurut pandangan Wahbah az-Zuhaylī.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahbah az-Zuhaylī
menyoroti larangan Islam terhadap gosip, menggunjing, bersumpah berlebihan, mencela, dan menyebarkan fitnah. Gosip, menurutnya, mencakup perilaku negatif yang merugikan melalui perkataan, tindakan, bahkan adu domba. Larangan ini memiliki relevansi di era media sosial, bukan hanya sebagai norma etika, tetapi juga landasan moral dan spiritual. Pemimpin agama dan tokoh masyarakat memiliki peran krusial dalam membentuk lingkungan yang menghormati, menjaga kehormatan individu, dan mempromosikan persatuan umat. Pendidikan kesadaran, edukasi etika berkomunikasi, dan budaya saling menghormati menjadi langkah pencegahan di era digital, menunjukkan pentingnya ajaran Wahbah az-Zuhaylī dalam membentuk masyarakat yang bermartabat dan menghargai nilai-nilai keislaman.

Kata Kunci: at-Tafsir al-Munīr, Gosip, Keburukan,
Subject
Gosip, Keburukan, At-Tafsir Al-Munir