Kemampuan Manusia Mengetahui Realitas Menurut Muhammad Taqi Mishbah Yazdit Kritik Terhadap Objektivitas Immanuel Kant

Item
Title
Kemampuan Manusia Mengetahui Realitas Menurut Muhammad Taqi Mishbah Yazdit Kritik Terhadap Objektivitas Immanuel Kant
Creator
Anggraini Sugianto
Date
2024
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Penelitian ini merupakan sebuah tinjauan filosofis untuk mengetahui kemampuan manusia mengetahui realitas sebagaimana adanya. Dalam pemikiran Immanuel Kant bahwa manusia hanya mampu mengetahui pada tataran fenomena dengan menggunkan kategori-kategori a priori, tentu saja standarlisasi seperti ini akan berimplikasi pada pengetahuan yang bersifat metafisika. Ini tentu saja menjadi peluang bagi peneliti bahwa pengetahuan kita tidak hanya terletak pada tataran fenomena tetapi juga noumena. Untuk menjawab kekeliruan Immanuel Kant mengenai batasan-batasan pengetahuan, peneliti ingin membuktikannya melalui filsafat Muhammad Taqi Mishbah Yazdi. Adanya kekeliruan dalam memahami realitas adalah ketika kita tidak mampu membedakan antara konsep dan realitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Adapun hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa (1) Pengetahuan subjek terhadap objek bukanlah kesepekatan intersubjketif melainkan realitas itu sendiri dan tidak dipalingkan dari kenyataan, walaupun terdapat batasan-batasan subjek dalam mengetahui objek akan tetapi itu merupakan objektivitas itu sendiri. (2) Ketika mengetahui realitas kita bisa melihat dari sisi eksisntensi dan kuiditas. Melihat realitas dari sisi eksitensi (wujūd) dan kuiditas (māhiyah). Dengan demikian yang diketahui bukanlah universal intersubjektif melainkan kenyataan itu sendiri.

Kata Kunci: Noumena, Fenomena, Ma’qulāt, Wujūd, Kuiditas.
Subject
Ma’qulāt, Wujūd, Kuiditas.