Basis Onto-Epistemologis Mukjizat Perspektif Allamah Ṭabāṭabā’ī
Item- Title
- Basis Onto-Epistemologis Mukjizat Perspektif Allamah Ṭabāṭabā’ī
- Creator
- Yaumil Wafa Aulia
- Date
- 2023
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Mukjizat adalah peristiwa di luar kebiasaan (khāriq al-‘ādat) yang diyakini dan diterima keberadaannya. Namun, sebagian teolog seperti asy‘ariyah tidak menerima hukum kausalitas dalam mukjizat. Bagi mereka Tuhan merupakan satu-satunya sebab dan sebab terdekat bagi semua peristiwa yang terjadi di alam sehingga keteraturan alam tidak lebih dari sekedar kebiasaan Tuhan (‘ādatullah), artinya alam tidak memiliki hukum yang pasti. Dengan demikian, satu-satunya sebab dan sebab terdekat terjadinya mukjizat adalah Tuhan, sementara nabi hanya berperan sebagai pelaksana yang sifatnya deternimis. Hal ini berimplikasi pada tidak adanya doktrin kenabian, karena klaim kenabian para nabi sebagai manusia yang diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan wahyu pada manusia tidak bisa diterima tanpa mukjizat bahkan berimplikasi pada anggapan nabi sebagai orang gila. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan bahwa mukjizat tidak bertentangan hukum kausalitas melalui dasar onto-epistemologis. Basis ontologis, menjelaskan bagaimana hukum kausalitas yang terjadi dalam mukjizat, bagaimana alam imateri yang berada di atas menjadi sebab dan mempengaruhi alam-alam dibawahnya, yaitu alam materi, dan apa realitas mukjizat tersebut. Kemudian jiwa dan aktualisanya sebagai basis epistemologisnya, yakni bagaimana jiwa seorang nabi dapat melakukannya. Keduanya menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitik-holistika menggunakan pendekatan filsafat perspektif Allamah Ṭabāṭabā’ī.
Kata Kunci: Hukum Kausalitas, Imkān al-Ashrāf, Jiwa, Mukjizat, Nabi - Subject
- Hukum Kausalitas, Mukjizat

