Relasi Kebahagiaan Dengan Moral Dalam Pandangan Ibn Miskawaih
Item- Title
- Relasi Kebahagiaan Dengan Moral Dalam Pandangan Ibn Miskawaih
- Creator
- Riska Sasmita
- Date
- 2023
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Moral atau disebut dengan akhlak merupakan suatu hal harus diinternalisasi dan diimplementasikan oleh seorang muslim di dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam perkembangannya, para filosof Islam selalu mengontraskan akhlak dengan kebahagiaan. Kebahagiaan dapat dicapai ketika proses kehidupan dilakukan dalam tindakan moral. Sebenarnya kebahagiaan adalah hal yang diinginkan semua orang, namun arti bahagia seringkali disalah artikan oleh kebanyakan orang, kebahagiaan selalu didasarkan pada status ketenaran, berfoya-foya, melakukan sex bebas. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis hendak mengkaji kebahagiaan dan kaitannya dengan moral dalam prespektif Ibn Miskawaih. Untuk mendukung hasil yang baik, maka penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian Pustaka. Data penelitian diambil dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer adalah karya-karya Ibn Miskawaih sedangkan data sekunder adalah tulisan-tulisan tokoh lain tentang Ibn Miskawaih. Kebahagiaan sebagaimana yang dimaksud adalah kebaikan yang meluap dalam diri manusia. Tetapi hal ini hanya akan terwujud dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan jiwa maupun jasmani. Ini berarti, bahwa kebahagiaan ini merupakan akumulasi dari pemenuhan kebutuhan rohani dan jasmani manusia. Namun demikian, pada dasarnya kebutuhan jiwa menjadi lebih utama dari pemenuhan kebutuhan lainnya. Oleh sebab itu Ibn Misakwaih selalu menekankan pentingnya pendidikan akhlak agar selalu terpelihara kondisi jiwanya, Karena setiap manusia dilahirkan membawa fitrah, yang didalamnya tersimpan fitrah moral-etis. Karena itu secara fitri manusia tidak bisa lepas dari ketentuan baik dan buruk. Tanpa memperhatikan baik dan buruk, kebahagiaan tidak mungkin dapat diraih.
Kata kunci : Kebahagiaan, Moral, Jiwa, Ibn Miskawaih. - Subject
- Kebahagiaan, Jiwa, Ibn Miskawaih

