Relasi Agama dan Kebebasan Dalam Pandangan Murthada Muthahhari
Item- Title
- Relasi Agama dan Kebebasan Dalam Pandangan Murthada Muthahhari
- Creator
- Muliadi
- Date
- 2022
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Diskursus Wacana kebebasan mulai berkembang dalam kajian Filsafat Barat, khususnya pada abad moderen. Berbagai pembahasan tersebut lahir karena hukum dan doktrin gereja dipandang telah merekayasa pandangan masyarakat untuk tunduk terhadap sistem yang telah diciptakan oleh para kaum gerejawan, sehingga membatasi manusia untuk mengaktualkan potensi eksistensinya. Pembahasan ini berkembang melalui gerakan eksistensialisme yang memandang berawal dan berpusat pada eksistensi manusia. Sartre misalnya, sebagai tokoh eksistensialisme ateis berpendapat bahwa kepercayaan kepada Tuhan dan doktrin yang di ciptakan oleh gereja membatasi kebebasan dengan dogma agama. Selain itu, kalangan eksistensialisme ateis menyerang kehidupan beragama karena dianggap menghalangi manusia untuk mencapai kebebasan. Namun, terdapat pandangan yang berbeda khususnya dari pemikir muslim, yaitu Murtadha Muthahari yang memandang bahwa agama bukanlah pembatasan terhadap kebebasan manusia melainkan tahapan dan sarana mencapai kebebasan. Penelitian ini berfokus pada pembahasan mengenai relasi agama khususnya ibadah dan kebebasan manusia dalam pandangan Muthahhari. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang mendeskripsikan pandangan mengenai tema yang diangkat dan menganalisa menggunakan pandangan tokoh yang dipilih. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menurut Muthahhari relasi agama khususnya agama dan kebebasan adalah tahapan manusia untuk mencapai tujuan penciptaannya. Kalangan yang berpendapat bahwa agama khususnya agama membatasi manusia, menurut Muthahhari sebenarnya mengakui manusia harus menyembah sesuatu.
Kata Kunci: Agama, Kebebasan, Penghambaan, Manusia, Otentisitas - Subject
- Otentisitas, Agama, Manusia

