Kesatuan Jiwa dan Tubuh: Studi Kritis Atas Pemikiran Ibn Al-Qayyim Berdasarkan Pandangan Ibn Sina
Item- Title
- Kesatuan Jiwa dan Tubuh: Studi Kritis Atas Pemikiran Ibn Al-Qayyim Berdasarkan Pandangan Ibn Sina
- Creator
- La Wiranto
- Date
- 2022
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Tulisan ini merupakan telaah pustaka pemikiran Ibn sīnā mengenai konsep jiwa untuk mengkritik ide jiwa dalam pandangan Ibn Al-Qayyim yang dipandang telah menyatukan eksistensi jiwa dan tubuh manusia. Akibatnya, jiwa manusia tidak dapat mengalami aktualitas transendetal, sebagaimana tubuh mengalami kehancuran di realitas. Akibatnya, manusia tidak dapat mencapai kesempurnaan abadi yang dipandang sebagai visi kehidupan dan fitrah manusia diciptakan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan makna, eksistensi, dan hakikat jiwa dalam pandangan Ibn Sīnā sebagai sikap mengatasi berbagai kekeliruan ide jiwa dalam sistem pemikiran Ibn Al-Qayyim melalui penjelasan konsep jiwa perspektif Ibn Sīnā. Dalam mengkaji dan menelaah konsep jiwa dalam pandangan Ibn Sīna, penulis menggunakan beberapa karya besar Ibn Sīnā, seperti “al Mabdā wa al-Ma’ād” dan “al-Ishārāt wa al-Tanbīhāt”. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-filosofi dihasilkan kesimpulan bahwa Ibn Al-Qayyim mengonstruksi beberapa argumentasi, seperti pembuktian kesatuan jiwa dan tubuh melalui kebangkitan individu setelah kematian. Dijelaskan bahwa tubuh dan jiwa tidak memiliki perbedaan secara eksistensi. Sebab, manusia yang telah mengalami kematian akan dibangkitkan seperti eksistensi fisiknya di dunia. Ibn Sīnā menolak pandangan kesatuan jiwa dan tubuh yang berbasis pada kaidah al-wāhid bahwa jiwa adalah kesempurnaan pertama yang dimiliki manusia untuk berkehendak dan berpikir di realitas. Jika jiwa tidak hadir dalam tubuh individu, maka manusia tidak dapat beraktivitas di realitas. Dengan demikian, dipahami bahwa jiwa merupakan sebab utama aktivitas manusia. Hasil tulisan ini, ialah mengkritik ide jiwa Ibn Al-Qayyim melalui filsafat Ibn Sīnā yang dipandang dapat membatasi berbagai gagasan yang menjelaskan kesatuan jiwa dan tubuh, sehingga manusia dapat memahami dan mencapai kesempurnaan eksistensi melalui aktualitas jiwa di realitas.
Kata Kunci: Ibn Sīnā, Ibn Al-Qayyim, Jiwa, Tubuh, Manusia - Subject
- Jiwa, Tubuh, Manusia, Ibn Sina

