Fundasionalisme: Analisis Masalah Regresi Pengetahuan Perspektif Muhammad Hussein Tabataba'i

Item
Title
Fundasionalisme: Analisis Masalah Regresi Pengetahuan Perspektif Muhammad Hussein Tabataba'i
Creator
Achmad Mustika
Date
2021
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Anti-Fundasionalisme merupakan aliran yang berkeyakinan bahwa struktur keyakinan pengetahuan kita tidaklah terdiri atas pengetahuan yang bersifat hirarkis. Aliran ini menolak pernyataan bahwa pengetahuan terdiri atas pengetahuan dasar (basic) dan non-dasar (non-basic). Di antara tokoh yang masuk kategori ini adalah Laurance BonJour. Ia beranggapan bahwa asumsi yang mengatakan terdapat keyakinan dasar (basic beliefs) menuntun kepada lingkaran kontradiksi. Hal ini terjadi karena bagaiamana bisa sebuah proposisi menjadi dasar sedangkan satu proposisi dengan proposisi lainya saling membutuhkan dan bagaiamana menjustifikasi pengetahuan dasar tersebut. Agar pengetahuan menjadi basic, BonJour mengatakan bahwa keyakinan tersebut haruslah memiliki keutamaan dalam nilai yang mengkualifikasikanya sebagai dasar dan keutamaan ini juga harus mengkonstitusi sebuah alasan yang bagus untuk berfikir bahwa keyakinan tersebut adalah benar. Selain itu, ia meniscayakan regresi pengetahuan sebagai keniscayaan dalam sistem pengetahuan. Supaya pengetahuan bisa bernilai, pengetahuan tersebut membutuhkan justifikasi dari pengetahuan yang lainya. Oleh karenanya pengetahuan dasar itu tertolak. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang muncul dari pandangan Anti- fundasionalis dengan menguraikan kembali pandangan fundasionalisme dan struktur bangunan pengetahuan, khususnya tentang pengetahuan dasar dan justifikasi menurut Tabataba‟i. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam hal menganalisis data peneliti menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Dari penelitian yang telah dilakukan penulis, memberikan hasil bahwa pengetahuan dasar adalah keniscayaan bagi pengetahuan. Karena pada hakikatnya pengetahuan adalah tersusun sebagaimana sebuah bangunan, di mana ada yang berperan sebagai dasar (badihī) dan non-dasar (nadzarī) dan secara langsung menolak adanya regresi pengetahuan.

Keywords: Fundasionalisme, Badihī, Nadzarī, Regress Problem
Subject
Fundasionalisme, Regress Problem