Epistemologi Sains Islam Osman Bakar
Item- Title
- Epistemologi Sains Islam Osman Bakar
- Creator
- Muhammad Jawad Taqi Mishbah
- Date
- 2020
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Barat memandang kebenaran sebagai sesuatu yang hanya dapat diverifikasi, diuji atau dibuktikan secara empiris, ini meniscayakan ditolaknya hal yang bersifat metafisik. Bersandar pada epistemologi ini, Barat mengembangkan sains untuk kesejahteraan manusia yang justru menimbulkan berbagai permasalahan dalam penerapannya berdampak buruk bagi alam maupun sosial. Sebagai antitesis atas pandangan Barat tersebut, Osman Bakar memandang Islam sejak awal berpegang pada prinsip epistemologi integrasi antara fisik dan metafisik—sains dan Tauhid. Tuhan merupakan sumber dari segala hal yang ada di alam semesta. Sains dan Islam dibahas dalam tiga aspek integral—ontologi, epistemologi, dan aksiologi—dalam bingkai Tauhid. Osman Bakar membangun epistemologi sains Islamnya sebagai respon problem sains modern tersebut. Bagaimana pemikiran Osman Bakar tersebut dari sisi epistemologinya adalah tujuan dari penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan relevan dengan penelitian yang diambil dari sumber data, primer berupa karya-karya Osman Bakar, dan sekunder berupa karya-karya orang lain terkait pemikiran Osman Bakar. Penelitian ini menggunakan teknik observasi kepustakaan dengan metode deskriptif-analisis, dengan tahapan menguraikan, menafsirkan, membandingkan data satu dengan yang lain untuk mencari persamaan dan perbedaan, lalu diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menemukan bahwa Osman Bakar berpandangan Sains Islam merupakan sains yang memiliki tiga karakter: 1) melampaui waktu dan ruang, 2) berpijak pada prinsip-prinsip monoteisme universal, dan 3) dibangun dengan prinsip-prinsip epistemologi bersifat perennial; bersandar pada empat prinsip: 1) bahasan dirumuskan dalam himpunan kumulatif dan logis, 2) bersandar pada premis-premis epistemologis, 3) metode, dan 4) Tujuan pembahasan; dan dikembangkan melalui empat metodologi: a) metodologi eksperimentalis (Observasi), metodologi logis (Burhani) dan metodologi intuitif (Irfani), dan metodologi tafsir.
Kata Kunci: Epistemologi, Sains, Islam, Osman, dan Bakar - Subject
- Epistemologi, Sains, Islam

