Wujud Wajib dan Wujud Mumkin Dalam Pandangan Jalaluddin Al-Dawani: Studi Atas Argumentasi Wujud dan Mahiyah

Item
Title
Wujud Wajib dan Wujud Mumkin Dalam Pandangan Jalaluddin Al-Dawani: Studi Atas Argumentasi Wujud dan Mahiyah
Creator
Ai Ahmad Faisal
Date
2019
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Di realitas ini terdapat wujūd dan māhiyah. Kemudian timbul persoalan beragamnya penafsiran tentang wujūd dan māhiyah. Karena penafsiran beragam, maka muncullah berbagai argumentasi tentang wujūd dan māhiyah. Dengan demikian, berbeda pula pandangan filsuf terhadap wujūd wājib dan wujūd mumkin karena penafsiran tentang wujūd dan māhiyah yang berbeda-beda.

Penelitian ini menggunakan model deskriptif-analitis. Dengan metode deskriptif-analitis akan ditelaah secara cermat dan kritis pemikiran Jalaluddin al-Dawani tentang wujūd wājib dan wujūd mumkin, serta berupaya menegaskan pandangan tentang wujūd dan māhiyah. Penelitian ini juga menganalisa dengan analisa konten dan teks-teks yang terkait dengan tema-tema di atas. Berikut diantara temuan penelitian; Wujūd adalah sesuatu yang paling badīhī yang diabstraksikan oleh pikiran manusia dari seluruh keberadaan. Māhiyah bermakna dua, yaitu māhiyah makna umum didefinisikan sebagai “mā bihi al-Syai’ hua hua” (hal yang menjadikan A adalah A). Sedangkan māhiyah makna khusus didefinisikan sebagai “sesuatu yang dikatakan sebagai jawaban atas pertanyaan ‘apakah itu?’”. Wujūd dalam pandangan Jalaluddin alDawani itu adalah hasil abstraksi akal yang menangkap sesuatu di realitas eksternal. Sedangkan māhiyah dalam pandangan Jalaluddin al-Dawani adalah efek dari wujūd wājib.

Keyword: Wujūd Wājib, Wujūd Mumkin, Jalaluddin al- Dawani
Subject
Wujud Wajib, Wujud Mumkin