Wilayah Faqih Dalam Demokrasi Indonesia Perspektif Tafsir Al-Amthal Fi Tafsir Kitab Allah Al-Munzal
Item- Title
- Wilayah Faqih Dalam Demokrasi Indonesia Perspektif Tafsir Al-Amthal Fi Tafsir Kitab Allah Al-Munzal
- Creator
- Mulla Shadra Husain
- Date
- 2020
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Wilāyah adalah otoritas ilahi dan merupakan suatu keyakinan syi‟ah terhadap Rasulullah saw, Imam Ali as, beserta para keturunannya yang berjumlah sebelas. Lalu pada masa kegaiban, wilāyah ini turun kepada seorang Faqīh dengan karakteristik tertentu. Sebagian beranggapan bahwa wilāyah dalam syi‟ah ini bertentangan dengan demokrasi, dan mereka menganggap bahwa sistem pemerintahan wilāyah faqīh ini hanya sebatas menganut sistem teokrasi (bukan demokrasi).Benarkah demikian?Salah satu mufasir yang menjawab terkait permasalahan tersebut adalah Nasir Makārim Shirāzi dalam kitab tafsīrnya yaitu Al-Amthal fī Tafsīr Kitāb Allāh al-Munzal. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maudu‟i yaitu metode yang membahas ayat-ayat al-Quran sesuai dengan tema atau judul yang telah ditetapkan. Semua ayat yang berkaitan akan dihimpun, kemudian dikaji secara mendalam. Adapun hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa wilāyah Faqīh ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi, yaitu dengan beberapa alasan, diantaranya; demokrasi adalah format sementara wilāyah Faqīh adalah konten, mekanisme penetapan wilāyah Faqīh sesuai dengan pemilihan yang demokratis, serta adanya identifikasi waktu, yaitu terkait hukum awwali dan hukum tsamawi. Dalam pandangan Nasir Makārim Shirāzisendiri bahwa hukum itu terbagi menjadi awwali dan tsanawi. Kedua hukum ini juga berusaha akan menghubungkan antara wilāyah dan demokrasi, yaitu dengan menjalankan hal yang lebih penting.
Kata Kunci: Wilāyah, Wilāyah faqīh,Demokrasi, hukum awwali dan hukum tsanawi
- Subject
- Wilayah Faqih, Demokrasi

