Manusia Pertama: Antara Teori Evolusi Darwin dan Kisah Penciptaan Adam Dalam Al-Qur'an (Studi Kitab Al-Amthal Fi Tafsir Kitab Allah Al-Munzal

Item
Title
Manusia Pertama: Antara Teori Evolusi Darwin dan Kisah Penciptaan Adam Dalam Al-Qur'an (Studi Kitab Al-Amthal Fi Tafsir Kitab Allah Al-Munzal
Creator
Difa Daulati
Date
2020
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Teori evolusi Darwin sejak kemunculannya 161 tahun yang lalu telah banyak menuai kontroversi. Gagasan mengenai asal usul semua makhluk hidup berasal dari satu leluhur yang sama, membuat gempar berbagai kalangan dunia. Banyak yang menentang, dan banyak pula yang menerima. Mayoritas saintis mendukung dengan berlandas pada bukti-bukti ilmiah seperti keberadaan jejak fosil dan kemiripan DNA dalam setiap makhluk hidup. Di pihak oposisi ada kaum agamawan. Penolakannya tidak lain karena dianggap kontradiksi dengan beberapa aspek ajaran agama, sehingga mengarah pada konflik keimanan pada Tuhan. Perdebatan itu dianggap tidak berdasar. Karena faktanya, percaya teori evolusi sama sekali tidak mengharamkan untuk turut percaya kepada Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan implikasi penafsiran ayat-ayat penciptaan manusia khususnya kisah penciptaan Adam dalam Tafsīr Al-Amthāl terhadap teori evolusi Darwin. Penelitian ini menggunakan metode mawḍū’ī (tematik). Hasilnya adalah penafsiran Tafsīr Al-Amthāl tidak sepaham dengan konsep teori evolusi Darwin mengenai semua makhluk hidup mempunyai satu garis keturunan dan adanya seleksi alam menyebabkkan variasi tiap individu meskipun dari spesies yang sama. Tafsīr Al-Amthāl menafsirkan bahwa asal usul manusia adalah jenis manusia itu sendiri. Allah menciptakan manusia pertama (Adam) secara independen dalam bentuk yang sempurna sejak awal. Penciptaan Adam tidak ada keterhubungan dengan makhluk lain dan/atau faktor alam. Begitu pun keturunan manusia. Ada dua alasan penolakan Tafsīr Al-Amthāl terhadap teori evolusi: pertama, dari sisi penafsiran, bahwa teori itu tidak selaras dengan kisah penciptaan Adam dalam Alquran (Adam diciptakan dari tanah secara independen), bukan karena bertentangan dengan problem ketuhanan; kedua, dari sisi sains, bahwa teori itu hanya hipotesis yang tak pasti, bukan hukum ilmiah yang mutlak. Sehingga teori yang sifatnya selalu berubah tidak boleh diterapkan pada ayat-ayat Alquran yang pasti.

Kata Kunci: Teori Evolusi, Darwin, Penciptaan Manusia, Adam, Manusia Pertama, Alquran, Tafsīr Al-Amthāl
Subject
Penciptaan Manusia Pertama, Teori Evolusi Darwin, Tafsir Al-Amthal