Fondasi Ontologis Tafsir Ishari Perspektif Sayyid Haydar Amuli (Studi Kitab Tafsir Al-Muhit Al-A'zam Wa Al-Bahr Al-Khudam)

Item
Title
Fondasi Ontologis Tafsir Ishari Perspektif Sayyid Haydar Amuli (Studi Kitab Tafsir Al-Muhit Al-A'zam Wa Al-Bahr Al-Khudam)
Creator
Beta Firmansyah
Date
2020
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Penelitian ini berangkat dari masalah gencarnya penolakan terhadap tafsir ishari. Penolakan itu dapat dikategorikan pada fondasi ontologis yaitu tafsir ishari bertumpu kashf bersifat personal sehingga tidak dijadikan argumentasi dan fondasi epistemologis yaitu tafsir ishari tidak merujuk referen (masadiq) yang valid.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis yaitu peneliti tidak hanya mendeskripsikan masalah, akan tetapi dibarengi dengan proses analisis. Haydar Amuli merumuskan sebuah teori kesesuaian antar huruf, kata dan ayat Qur’ani, afaqi dan anfusi. Dalam pandangan Haydar Amuli antara Al-Qur‟an, alam dan manusia merupakan kitab ilahi yang merupakan lokus penampakan (mazhar) ilahi yang memiliki kesesuaian. Jika susunan kitab Al-Qur‟an terdiri dari huruf, kata dan ayat, maka susunan kitab afaqi dan anfusi pun terdiri dari huruf, kata dan ayat. Teori kesesuaian Qur’ani, afaqi dan anfusi ini menjadi fondasi ontologis dari tafsir ishari. Teori kesesuaian Qur’ani, afaqi dan anfusi ini sebagai asumsi dasar dari setiap penafsiran para sufi.

Teori kesesuaian Qur’ani, afaqi dan anfusi ini mampu menjebatani penafsiran para sufi yang dianggap antara ayat dan referen tidak memiliki relasi. Seperti misalnya penafsiran tentang Yusuf dengan qalb, Ya‟qub dengan „aql atau ruh. Yusuf dan Ya‟qub di sini disebut sebagai ayat Qur’ani yang merujuk pada Yusuf dan Ya‟qub sebagai person nabi tertentu. Sedangkan Yusuf dan Ya‟qub sebagai person tertentu disebut dengan ayat afaqi, dan merujuk pula qalb dan aql atau ruh sebagai tafsiran dari Yusuf dan Yaqub disebut sebagai ayat anfusi. Penentuan kesesuaian Qur’ani, afaqi dan anfusi atau penentuan referen ayat hanya bisa ditentukan melalui metode kashf. Metode kashf ini menjadi basis epistemologis yang digagas oleh Haydar Amuli. Penentuan kesesuaian ketiganya tidak bisa melalui analisis rasional.

Kata Kunci : Haydar Amuli, Tafsir al-Muhit al-A’zam, Fondasi Tafsir Ishari, Fondasi Epistemologis, dan Fondasi ontologis
Subject
Fondasi Ontologis, Tafsil al-Muhit al-A'zam