Moderasi (Wasatiyah) Beragama Menurut Sayyid Qutub Dalam Kitab Tafsir Fi Zilal Al-Qur'an (Studi Kritis Atas Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 143)

Item
Title
Moderasi (Wasatiyah) Beragama Menurut Sayyid Qutub Dalam Kitab Tafsir Fi Zilal Al-Qur'an (Studi Kritis Atas Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 143)
Creator
Arif Abdul Lathif
Date
2021
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Pemahaman moderasi (Wasaṭiyah) beragama yang terkandung dalam Al-Qur’an adalah hal yang penting, terlebih di saat dihadapkan pada situasi yang dianggap jauh dari keadilan dan terkandung nilai-nilai ekstremisme. Dengan situasi tersebut para ulama terkhusus para mufasir memberikan pengertian khusus terhadap ajaran moderasi beragama dengan berpijak pada Al-Qur’an untuk merespon dan menjadi solusi agar tidak terjangkit penyakit ekstremisme tersebut. Namun masalahnya tidak semua tafsir dianggap berorientasi moderat, salah satunya adalah tafsir Fî Ẓilāl Al-Qur’an, bahkan Sayyid Quṭub sebagai pengarangnya dianggap sebagai inspirator utama dari segala tindakan ekstrem yang mengatasnamakan agama Islam.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau dan mengkritisi penafsiran terkait moderasi (Wasaṭiyah) beragama dari sisi orang yang dianggap tidak moderat dilihat dari sisi nilai-nilai ekstrem yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kajian tokoh. Kesimpulan penelitian ini adalah Sayyid Quṭub memahami bahwa moderasi (Wasaṭiyah) beragama merupakan hakikat dari ajaran Islam itu sendiri. Setidaknya terdapat dua aspek utama dalam moderasi (Wasaṭiyah) beragama yang terkandung dalam surah al-Baqarah ayat 143 yaitu aspek akidah dan politik. Menurutnya satu-satunya akidah dan politik yang moderat adalah akidah dan politik Islam yang harus teraplikasi secara merata di muka bumi, adapun selainnya merupakan akidah dan politik jahiliyah yang jauh dari keadilan. Dari adanya pemahaman di atas, ditemukan beberapa nilai ekstrem, di antaranya adalah sikap takfirisme terhadap umat Islam lainnya, sikap memonopoli politik hanya pada satu agama, dan adanya konsep jihad berupa kekerasan demi berlakunya ideologi politik yang diyakininya.

Kata Kunci: Moderasi Beragama, Wasaṭiyah, Sayyid Quṭub, Tafsîr Fî Ẓilāl Al-Qur’an
Subject
Moderasi Beragama, Tafsir Fi Zilal Al-Qur'an