Penafsiran Milk Al-Yamin Muhammad Shahrur Dalam Teori Penafsiran Wahdah Al-Mafhum Wa Ta’addud Al-Misdaq Kamal Haidari
Item- Title
- Penafsiran Milk Al-Yamin Muhammad Shahrur Dalam Teori Penafsiran Wahdah Al-Mafhum Wa Ta’addud Al-Misdaq Kamal Haidari
- Creator
- Achmad
- Date
- 2020
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Penafsiran keagamaan Pemerintahan Indonesia mengenai pernikahan sangatlah sensitif (berpotensi mengkriminalisasi pelaku pernikahan yang hanya bermotif pemuasan kebutuhan seksual), tidak memenuhi hajat seluruh umat Islam Indonesia, dan ahistoris saat mengharamkan mutlak bahkan menganggap praktik pernikahan (baik temporal atau tidak temporal) ketika hanya berorientasi pada pemenuhan seks sebagai sebuah perzinahan. Sementara,Penafsiran kontra penafsiran diatas baik dari ahli yurisprudensi dari Mazhab Shi>ah seluruhnya dan sebagian dari Mazhab Sunni juga Saleh Al-Fauzan memiliki kelemahan. Produk penafsiran milk al-yamin Muhammad Shahrur dapat mengompromikan berbagai penafsiran yang ada. Namun, Produk penafsiran Muhammad Shahrur tentang milk al-yamin dianggap tidak valid akibat melakukan loncatan ekstensi dari budak wanita menjadi wanita merdeka yang sukarela untuk disenggamahi. Dalam melakukan proses justifikasi kevaliditasan, perlu sebuah tolak ukur yang secara epistemologi luas dan berbagai keunggulan lainnya. Teori tersebut adalah teori“wahdah al-mafhum wa ta’addud al-misdaq” (singularitas konsep Alquran dan pluralitas ekstensinya) yang diusung oleh Kamal Haidari. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif-analitis. Adapun hasil penelitian ini adalah Penafsiran milk al-yamin Muhammad Shahrur tidak valid.
Kata Kunci: Pernikahan, Milk al-yamin, Muhammad Shahrur,Teori“wahdah al-mafhum wa ta’addud al-misdaq, dan Kamal Haidari - Subject
- Al-Mafhum Wa Ta’addud Al-Misdaq Kamal Haidari

