Hak Seksualitas Istri Dalam Alquran: Studi Atas Pemikiran Nāṣir Makārim Shirāzī Dalam Tafsir Al-Amthal

Item
Title
Hak Seksualitas Istri Dalam Alquran: Studi Atas Pemikiran Nāṣir Makārim Shirāzī Dalam Tafsir Al-Amthal
Creator
Putri Marselita
Date
2020
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Penelitian ini merupakan telaah pustaka mengenai penafsiran Nāsir Makārim Shirāzī mengenai hak seksualitas istri. Sejauh ini hak seksualitas laki-laki dianggap lebih utama dibandingkan hak seksualitas perempuan (istri), terdapat keterangan hadits yang mendukung pemahaman tersebut dan sering kali menyandarkan bahwa itu adalah aturan Islam. Selain itu, istri dalam aktifitas seksualitas dianggap hanya sebagai objek saja, sehingga istri tidak mendapatkan hak yang sama dengan mengatas menyerukan dalil “istri harus taat kepada suami”. Padahal dalam Islam suami dan istri merupakan hubungan kerja sama dalam mewujudkan hubungan mawaddah wa rahmah (penuh cinta dan kasih sayang) serta sakīnah (ketenangan). Alquran memberikan petunjuk bagi suami dan istri dalam mewujudkan hal tersebut. Untuk suami ditemukan dalam surat an-Nisa‟ ayat 19, bagi istri terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 228. Ayat tersebut menunjukkan bahwa istri memiliki hak dan kewajiban terhadap suami, sebagaimana suami memiliki hak dan kewajiban terhadap istri. Dalam malakukan hubungan seksual, suami juga tidak memaksa, mengganggu, atau lebih dari itu, yaitu dengan cara yang ihsan dan berbaik-baik. Untuk menjawab persoalan di atas peneliti menggunakan metode deskriptifanalisis, yang bertujuan untuk menampilkan terkait makna-makna dan beberapa penafsiran dalam Alquran secara mendalam mengenai hakhak perempuan dalam Alquran berakitan dengan hak seksualitas istri dalam Alquran melalui penafsiran dari Nāsir Makārim Shirāzī.

Kata kunci: Hak Seksualitas, hak-hak perempuan, hak-seksualitas istri, tafsir Al-Amthal
Subject
Hak Seksualitas, Tafsir Al-Amthal