Islah Dalam Al-Qur'an Menurut KH. Misbah Bin Zainal Musthafa: Studi Atas Tafsir Al-Iklil Fi Maani At-Tanzil

Item
Title
Islah Dalam Al-Qur'an Menurut KH. Misbah Bin Zainal Musthafa: Studi Atas Tafsir Al-Iklil Fi Maani At-Tanzil
Creator
Angger Eko Fibriliant
Date
2024
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Penelitian ini berangkat dari fenomena konflik horizontal di masyarakat. Indonesia dengan keragaman suku, ras, agama, kaya bahasa dan bermacammacam nilai-nilai budaya dalam kehidupan yang dimiliki oleh Indonesia sering menjadi faktor adanya berbagai konflik. Sumbu konflik masyarakat yang sering terjadi bersumber dari adanya kekerasan yang dilakukan oleh antar kelompok atau bahkan dari beberapa oknum meledak secara sporadis di berbagai kawasan di Indonesia. Dengan inilah, merajut Ukhuwah perlu dibahas secara mendalam agar terjaga kedamaian dan kerukunan dalam keragaman dan kerukunan beragama serta bermasyarakat, maka, peneliti berusaha menampilkan iṣlāḥ dengan sudut pandang mufassir Nusantara, yaitu KH. Misbah Bin Zainal Musthafa. Metode yang digunakan pada skripsi ini adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir tematik dan sosial-budaya. Penawaran dari adanya penelitian ini adalah iṣlāḥ dalam Al-Qur’an menurut KH. Misbah bin Zainal Musthafa: Studi Atas Tafsir Al-Iklīl fī Ma’āni Al-Tanzīl. KH. Misbah Bin Zainal Musthafa memberikan pondasi mengenai Iṣlāḥ dengan latar belakang sosial Nusantara, serta dengan penekanan adanya hadis yang menjelaskannya dalam tafsir tematik. Masalah yang ada di Indonesia disebabkan karena kurangnya penerapan iṣlāḥ dengan kondisi di Indonesia yang plural sehingga perwujudan ukhuwah islamiah dan bashariyah belum sepenuhnya tercapai, serta belum menerapkan sikap yang tegas terhadap permasalahan ukhuwah. Penerapan iṣlāḥ mengharuskan tidak hanya ketika adanya permasalahan, melainkan perlu ditanamkan nilai-nilai iṣlāḥ dalam kehidupan sehari-hari sebagai mampu meredam timbulnya konflik-konflik ukhuwah Islamiah dan bashariyah. Misbah Musthafa tidak memberikan arti secara eksplisit dari iṣlāḥ. Akan tetapi, dengan membaca penafsirannya, beliau memaknai islāḥ secara implisit, sebagai upaya memperbaiki keadaan yang mengalami kerusakan, baik dalam bentuk konflik, aturan, atau moralitas.

Kata Kunci : KH. Misbah bin Zainal Musthafa, Iṣlāḥ, Nusantara, Tafsir Al-Iklīl fī Ma’āni Al-Tanzīl.
Subject
KH. Misbah bin Zainal Musthafa, Iṣlāḥ, Nusantara, Tafsir AlIklīl fī Ma’āni Al-Tanzīl