Relasi Hijrah dan Taubat: Studi Analisis Tafsir Al-Nur
Item- Title
- Relasi Hijrah dan Taubat: Studi Analisis Tafsir Al-Nur
- Creator
- Iwan Gunawan
- Date
- 2021
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Penelitian ini berjudul “Relasi Hijrah dan Taubat: Studi Analisi Tafsir Al-Nur” ditulis oleh Iwan Gunawan dengan NIM/NIMKO: 14.3.1.111.016/6972020114016.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kaburnya makna dari istilah hijrah di kalangan masyarakat, khususnya di Indonesia. Tentu saja, hal itu ditandai dengan merebaknya sebagian publik figur yang mengklaim dirinya telah berhijrah hanya dengan merubah gaya tampilan atau fashion saja. Kemudian hal tersebut dimanfaatkan sebagai tren, bahkan bisnis dalam sebuah fashion tertentu, misalnya dalam hal kerudung, pakaian, dan hal lainnya. Atas dasar tersebut, peneliti tergerak untuk melakukan penelitian mengenai istilah ‘hijrah’ dalam Al-Qur’an. Dalam hal ini, peneliti berusaha mengkorelasikan istilah hijrah dengan taubat dalam Al-Qur’an yang diteliti dalam tafsir Al-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieqy dengan tujuan mendapat kejelasan makna dari kedua terma tesebut. Dalam hal ini, penulis menggunakan metode deskriptif-analitik dalam mengkaji tema pembahasan ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan, Hasbi Ash-Shiddieqy dalam tafsirnya berpendapat bahwa hijrah dan taubat memiliki relasi umum wa khusus muthlaq, yakni setiap taubat adalah hijrah, tapi tidak setiap hijrah adalah taubat. Bahwasannya hijrah memiliki dua dimensi makna, yakni makna secara fisik dan makna secara batin. Secara fisik, hijrah adalah perpindahan dari suatu tempat menuju tempat lainnya semata-mata karena Allah SWT. Sedangkan secara batin, hijrah adalah perubahan pada diri seseorang dari keburukan menuju pada kebaikan. Sementara taubat menurutnya adalah kembali pada Allah SWT atau kembalinya hamba pada kebaikan dari yang semula berada dalam keadaan yang dianggap berdosa.
Kata kunci: Hijrah, Taubat, Hasbi Ash-Shiddieqi, dan Al-Nur - Subject
- Hijrah, Hasbi Ash-Shiddieqi

