Borrowing and Influence Pada Al-Qur'an (Tinjauan atas Kajian Kritis Orientalis terhadap Al-Qur'an, Perspektif Tafsir The Message of The Qur'an Karya Muhammad Asad

Item
Title
Borrowing and Influence Pada Al-Qur'an (Tinjauan atas Kajian Kritis Orientalis terhadap Al-Qur'an, Perspektif Tafsir The Message of The Qur'an Karya Muhammad Asad
Creator
Muhammad Mahdi
Date
2024
Publisher
STAI Sadra
Language
Bahasa Indonesia
Abstract
Ada banyak studi orientalis di Barat dalam rangka menggugat otentisitas Al-Qur'an, diantaranya dengan membuktikan klaim adanya upaya Al-Qur'an meminjam istilah asing atau bahwa isinya terpengaruh tradisi asing. Temuan para orientalis ini terus dikembangkan dalam berbagai macam bentuk, di bawah suatu konsep teori yang dikenal sebagai teori Borrowing and Influence, yang pembahasannya masih berlanjut mestik telah direspon dengan berbagai argumentasi. Dalam konflik yang terjadi pada komunikasi antar-agama, gagasan-gagasan ini masih ramai dipakai kaum apologet, termasuk di Indonesia, untuk menyudutkan Al-Qur'an dan meragukan otentisitasnya. Implikasi hal yang semacam ini adalah desakralisasi terhadap Al-Qur'an dan Al-Qur’an hanya dipandang sebagai teks biasa. Oleh sebab itu, gagasan ini
mesti diselesaikan dengan jawaban yang kuat yaitu melalui Al-Qur’an itu sendiri, berikut penafsiran-penafsirannya yang sesuai dan filosofis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tanggapan Al-Qur’an atas ide-ide orientalisme menyangkut bahasa asing dan keotentikan Al-Qur’an dalam Tafsir The Message of The Qur'ān karya Muhammad Asad. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif kepustakaan (Library Research) dengan metode deskriptif-analitik. Pada penelitian ini, ditelusuri pandangan orientalis pengusung teori
Borrowing and Influence terhadap Al-Qur’an, serta pandangan yang ditawarkan Muhammad Asad selaku mufasir dalam tafsirnya The Message of The Qur'ān.

Temuan menunjukkan bahwa teori Borrowing and Influence berangkat dari anggapan bahwa Al-Qur’an tidaklah otentik sebagai wahyu Ilahi dan tak lain merupakan teks tidak sakral yang perlu ditelusuri kembali sumbersumbernya. Adapun Asad, meyakini bahwa bahasa asing, kisah-kisah umat terdahulu, maupun elemen lainnya yang dijadikan indikasi sumber Al-Qur’an oleh orientalis, tidaklah menggugurkan status otentisitas Al-Qur’an, melainkan memang disampaikan dalam rangka memberi pengajaran. Kedua pandangan ini, baik Asad maupun pengusung teori Borrowing and Influence, memiliki perbedaan, di antaranya adalah pemahaman terhadap falsafah kenabian yang diyakini umat Islam dan ditegaskan oleh Al-Qur’an. Ini menjadi pandangan alternatif yang dapat mendudukkan perkara ini pada tempatnya.

Kata Kunci: Al-Qur’an, Teori Pengaruh, Borrowing and Influence, Bahasa Arab, Kata Serapan, Kata Pinjaman, Yahudi, Kristen, Tradisi, Agama, Falsafah Kenabian, Filologi, Orientalis, Orientalisme
Subject
Orientalis, Al-Qur'an