Wanita Karir: Perspektif Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Zuhaili (Studi Analisis Ayat-ayat Wanita Karir)
Item- Title
- Wanita Karir: Perspektif Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Zuhaili (Studi Analisis Ayat-ayat Wanita Karir)
- Creator
- Emil Akmalia Muzzamil
- Date
- 2020
- Publisher
- STAI Sadra
- Language
- Bahasa Indonesia
- Abstract
-
Seiring dengan perkembangan zaman dan munculnya modernisasi di berbagai bidang, tentu banyak merubah pola gerak dan aktifitas kaum perempuan, dan turut mempengaruhi ideologi dan pemikiran serta pandangan kaum wanita terhadap peran yang dahulu mereka jalani. Jika dahulu wanita hanya tinggal di rumah dan hanya mengurusi pekerjaan domestik, maka sekarang perempuan sudah banyak berkarir dan mandiri dari segi ekonomi dan perpolitikan. Pembahasan wanita karir ini kemudian memiliki implikasi dan konsekuensi yang cukup luas dalam kehidupan berumah tangga, juga konsekuensi hukum yang tidak sedikit. Salah satu konsekuensi yang berlaku adalah pada persoalan rumah tangga. Jika kita menganggap wanita berkarir itu tidak boleh, sedangkan kebutuhan keluarga sangat terbatas, maka tentu dalam pembentukan ekonomi keluarga mengalami ketersendatan. Keluarga menjadi tidak tercukupi kebutuhannya bahkan mungkin menjadi terlantar. Adapun metodologi yang digunakan adalah pendekatan library research atau kepustakaan yang sifatnya deskriptif analitik. Studi ini dimaksudkan untuk melakukan pencarian dan penelaahan terhadap data atau informasi terkait wanita karir, baik dari buku, kitab tafsir, jurnal ilmu-ilmu al-Quran, tesis, disertasi, dan media internet yaitu dengan mengkaji buku-buku baik yang terkait langsung ataupun tidak. Sumber utama yang digunakan adalah tafsir Munir karya Wahbah az- Zuhaili. Adapun hasil dari penelitian ini Wahbah az-Zuhaili menafsirkan surat anNisa ayat 32 sebagai ayat yang menjelaskan bahwa antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang berbeda, mereka memiliki hak yang sama dalam merubah hidupnya. Pada ayat ini ia tafsirkan dengan dilarangnya wanita keluar rumah kecuali memang ada keperluan yang sangat mendesak. Penjelasan pada ayat ini justru berbeda dengan tafsirannya pada surat an-Nisa ayat 32. Di mana wanita boleh berusaha dalam artian bekerja untuk
memperkaya dirinya. Dalam penelitian ini Wahbah az-Zuhaili menampakan ketidak konsistensinya dalam menafsirkan ayat.
Kata kunci: Wanita, Karir, perspektif Wahbah az-Zuhaili - Subject
- Wanita Karir, Wahbah Az-Zuhaili

